Home / Pacitan

Minggu, 21 April 2019 - 12:48 WIB

Quick Count dan Pendidikan Hukum Pemilu

 

Oleh : MUSTOFA ALI FAHMI, S.E ., S.H

 

*Curang dan Menang* kata yang terdengar di Daun telingaku ,saya bukan pendukung 01 maupun 02, tapi kebetulan saya anggota Panwascam di tempat tinggal saya. saya lihat disitu untuk melakukan kecurangan dan manipulasi data sangat susah sekali dengan metode yg diterapkan dari KPU, saya menjadi saksi sejarah dalam pemilu kali ini, dan memang benar penerapannya sangat terbuka sekali, yang membuat sulit adalah diri kita sendiri,cara berpikir kita sendiri maka kalau cara berpikir kita sudah negatif tidak akan ada hal positif yang dapat kita temukan di depan mata kita ataupun sebalik nya. semoga ini adalah pesta demokrasi yang bersejarah dan kedepan nya bisa berjalan damai“`

Saya MUSTOFA ALI FAHMI,S.E,S.H
ketua divisi Hukum dan penindakan Panwascam kecamatan Arjosari kabupaten Pacitan meragukan hasil hitung cepat (quick count) sebagian lembaga survei di Pilpres 2019 , menurut kaca mata hukum saya hasil hitung cepat yang berbeda justru membingungkan masyarakat.
“Jelas hal itu berpotensi menimbulkan keonaran, dan bisa memicu chaos di masyarakat,”

Dari kaca mata hukum saya melihat publikasi tersebut berpotensi melanggar Pasal 14 dan 15 Undang Undang Nomor 1 tahun 1946, tentang Peraturan Hukum Pidana, dan Pasal 28 (ayat 1 dan 2) Undang Undang Nomor 11 tahun 2008, tentang ITE. “Nah, di Pasal 14 UU Nomor 1 tahun 1946 ayat (1) berbunyi, ‘barang siapa, dengan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong, dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya sepuluh tahun,”

Sementara, di Ayat (2): Barang siapa menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan, yang dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, sedangkan ia patut dapat menyangka bahwa berita atau pemberitahuan itu adalah bohong, dihukum dengan penjara setinggi-tingginya tiga tahun.

Sementara Pasal 15 berbunyi: Barang siapa menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap, sedangkan ia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga, bahwa kabar demikian akan atau mudah dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi-tingginya dua tahun.

*Lantas, bagaimana validkah hasil hitungan quick count?*

Sebagai informasi, quick count merupakan sebuah metode dengan menghitung persentase hasil pemilu di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang menjadi sampel. Hasil pemilu dapat diketahui pada hari yang sama ketika pemilu digelar. Data quick count diperoleh dari berita acara hasil penghitungan suara (C1) di TPS.

Data hasil pemungutan suara dari TPS-TPS yang dijadikan sampel kemudian dikumpulkan dan ditampilkan secara real time dalam bentuk tabulasi. Berapa pun data yang masuk akan diakumulasi dalam persentase (100%). Biasanya ditayangkan melalui berbagai media massa.

Meski bukan hasil resmi KPU, namun quick count dianggap menggambarkan hasil pemilu sesungguhnya, sehingga lembaga survei berlomba-lomba menjadi yang terdepan menampilkan data quick count.

Menurut hasil laporan GSDRC Applied Knowledge Services, quick count biasanya memberikan pemeriksaan independen terhadap hasil pemilihan resmi dan analisis kualitatif dari proses hari pemilihan. Saat ketidak percayaan dalam proses pemilihan tinggi, maka quick count dapat mempromosikan kepercayaan pada hasil resmi.

Suatu organisasi seharusnya tidak melakukan quick count kecuali jika yakin bahwa hasil itu dapat mendekati hasil akhir nantinya, kecuali pastikan dengan baik bahwa penghitungan tersebut dapat mendekati hasil akhir nantinya dan tidak ada kepentingan internal yang membuat gejolak publik.

“Kami mohon janganlah kemenangan atas Rahmat Allah menjadikan kita jumawa. Inilah saat yang tepat bagi kita seluruh anak bangsa agar segera mempererat kembali persatuan bangsa,” (*)

Berita ini telah dibaca 125 kali

Share :

Baca Juga

Benarkah ada Calo Antrian Tiket di RSUD Pacitan ?
Masyarakat Peduli Pemilu Pacitan Gelar Aksi Damai
Awal Ramadhan Harga Naik Turun, Pedagang Minulyo Kebingungan
Sistem Sainte Laguë PERTARUHKAN PEMILU 2019
Sehari Jelang Coblosan, Gubernur Khofifah Kunjungi Pacitan
Memasuki Hari Tenang, APK di Pacitan masih Bertebaran
Kampanye Partai Demokrat, Berkah Bagi PKL
Pengusaha Muda Pacitan andalan EO se Mataraman