Madiun /  -

Anggota ‘KPK’ Ditangkap di Madiun

Agustus 8th, 2018 | Posted in Madiun | |
2018-09-20 11:10

Reporter : Salem

 

MADIUN,- Anggota Kepolisian dari Satreskrim Polres Madiun Kota menangkap seorang pria bernama IR.H.A.Yani Kusnadi,SH.MH alias Dewa (57) warga jalan Ciliwung, Kelurahan Pandean, Kecamatan Taman, Kota Madiun, tersangka penipuan dan upaya pemeresan terhadap Endang Winaryanti warga jalan Koperasi, Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

 

Anggota KPK gadungan di gelandang polisi. (foto : Jurnal/Salem)

 

Wakapolres Madiun Kota, Kompol Mujito, mengatakan, dalam modus operandinya, tersangka yang mengaku sebagai Direktur Investigator KPK datang di kantor DPP PAN Kota Madiun, di jalan D.I Panjaitan, dan bertugas melakukan investigasi aliran dana korupsi dan pengembangan kasus korupsi mantan Wali Kota Madiun, Bambang Irianto.

“Tersangka memberitahukan kepada korban bahwa korban termasuk dalam daftar anggota dewan yang masuk dalam pantauan KPK,” Kata Kompol Mujito, Selasa (7/8/2018).

Lebih lanjut Wakapolres Madiun Kota, menjelaskan, untuk melancarkan aksi jahatnya, tersangka menakut-nakuti korban yang juga sebagai salah satu anggota legislatif Kota Madiun, jika aliran uang hasil korupsi mantan Wali Kota Madiun mengalir kepada dirinya dan beberapa anggota DPRD lainnya.

 

Wakapolres Madiun Kompol Mujito didampingi Kasatsere memperlihatkan barang bukti. (foto Jurnal/Salem)

 

“Selanjutnya tersangka menawarkan bisa menghapus nama korban dari daftar list pemeriksaan KPK dengan imbalan empat unit HP atau uang setara 20 juta,” Jelas Wakapolres Madiun Kota.

Korban yang percaya dan merasa tertekan, Endang menuruti permintaan tersangka dan memberi uang Rp6 juta. Lantaran uang yang diserahkan masih kurang Rp. 15 juta, kemudian Dewa mendatangi rumah korban dan menagihnya. Korban yang curiga bahwa tersangka bukan petugas KPK pun langsung melaporkan kejadian ini kepada petugas kepolisian.

Kompol Mujito menyatakan, saat ditangkap dari tangan tersangka, Polisi berhasil mengamankan barang bukti uang didalam amplop berisi Rp. 1 juta, KTP pelaku, baju coklat bertuliskan investigator, dan KTA pusat pengkajian strategi dan kebijakan (PPSK) Indonesia. “Tersangka dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” Pungkas Kompol Mujito.(lem)

Suka Artikel ini, Bagikan!
  • Twitter
  • Facebook

Komentar

©2015 Kompoz is version 4.0 Powered by Wordpress beautified by Dewaz. All Rights Reserved.