Home / Madiun

Jumat, 13 Juli 2018 - 17:38 WIB

Awas,,,Pelaku Gendam Masih Bergentayangan Di Madiun

Kapolsek Kartoharjo, Komisaris Polisi Eddy Siswanto memperlihatkan kedua pelaku gendam.

Kapolsek Kartoharjo, Komisaris Polisi Eddy Siswanto memperlihatkan kedua pelaku gendam.

Reporter : Salem

MADIUN, – Petualangan kelompok penipuan modus gendam lintas kota berakhir dan berhasil diringkus oleh anggota Polsek Kartoharjo Resor Madiun Kota. Mereka yakni TAM (38) dan AL (40) warga Banten, ditangkap setelah gagal menjalankan aksinya di Plaza Madiun, Rabu (11/7/2018). sedangkan pelaku IS berhasil lolos dan menjadi Daftar Pencarian orang (DPO).

Menurut Kapolsek Kartoharjo, Komisaris Polisi Eddy Siswanto mengatakan, dalam melancarkan aksinya, tersangka TAM yang mengaku warga negara Brunai Darusalam dan AL mengelabuhi korban dengan cara menunjukkan sebuah rajah Al-Qur’an Istambul dan batu merah delima kepada korban dengan dalih dapat menyembuhkan guna-guna dan berbagai macam penyakit.

Aksi pertama kelompok modus gendam yang dilakukan di area pusat perbelanjaan di jalan S. Parman, Kota Madiun, berjalan lancar. Korban TW, asal Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, yang saat itu sedang berbelanja bersama anaknya, EDW, diminta menyerahkan semua perhiasan, Handpone dan selanjutnya dibawa kabur.

“Modusnya, korban diminta membeli telur dan air mineral di area Foodmart sementara kedua tersangka berada di area Foodcourt. Korban merasa janggal dengan permintaan tersangka, setelah kembali ke area Foodcourt, korban tidak mendapati pelaku. Peristiwa tersebut terjadi pada Jum’at, 23 Maret lalu,” Kata Kompol Eddy Siswanto, Kamis (12/7/2018).

Selang tiga bulan kemudian, tepatnya pada Rabu (11/7/2018), kelompok modus gendam kembali melakukan aksinya di area Plaza Madiun. Korban TW, yang saat itu mengetahui kedua tersangka sedang berusaha menggendam korban BHN, warga Kota Madiun, langsung berteriak. Dengan dibantu warga kedua pelaku dapat ditangkap.

“Tersangka AL mengalami cidera di kedua kaki, karena hendak kabur dengan melompat pagar dan terjatuh,” Terang Kapolsek Kartoharjo.

Dari hasil penyidikan, pengakuan para tersangka sudah dua kali melakukan aksi gendam di Kota Madiun. Sasaran korban adalah ibu-ibu yang mungkin bawa uang banyak dan perhiasan dengan modus yang sama yakni dengan menawarkan barang antik dan jimat dengan dalih dapat mengobati berbagai penyakit serta mendatangkan keberuntungan.

Lebih lanjut Kapolsek menjelaskan, kedua tersangka sebenarnya tidak memiliki ilmu gendam dan hanya memiliki kemampuan menguasai situasi. Selain satu DPO, dari pengakuan tersangaka yang kini diamankan di tahanan Polsek Kartoharjo, ada Tiga kelompok pelaku gendam lain yang masih berkeliaran.

“Mudah-mudahan ini bisa berkembang, karena pengakuan tersangka sementara, dia tidak sendiri, tapi ada tiga kelompok lain. Dan Tersangka dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara,” ungkap Kompol Eddy.

Selain menahan kedua tersangka, Polisi mengamankan barang bukti dua unit Hp, dua buah cincin emas seberat 4,6 gram dan 5,1 gram, Liontin emas 2,4 gram dan gelang emas 24,5 gram, sebuah kitab Istambul, guci kuningan berisikan batu merah delima palsu dan dua lembar paspor imigrasi yang dikeluarkan negara Brunai Darusalam atas nama Sultan Abdul Gani dan Abdul Malik. (Lem)

Share :

Baca Juga

Madiun

Belum Beroperasi Tol Ngawi-Madiun Minta Tumbal, 1 Tewas 3 Luka-luka

Madiun

Cegah Gratifikasi Pemkot Madiun Undang KPK

Madiun

Kabupaten Madiun dan Peluang Industri Tas Plastik

Madiun

Diisukan Sakti Orang yang Tabrakan Diri Ke Truk Tangki Akhirnya Meninggal

Madiun

Pemalsu SIM asal Ponorogo ditangkap di Geger

Madiun

Peningkatan SDM Petugas Regrister Dorong Pencapain Target 95 Persen

Madiun

Operasi Patuh Semeru 2018, Polisi Tindak Tegas Kendaraan Pengangkut Miras

Madiun

Kerja Bakti Tiga Pilar Bersama Tiga Perguruan Silat di Tawangrejo