Home / Ponorogo

Selasa, 21 Agustus 2018 - 00:42 WIB

Berangkat Takziah, pikap Tak Kuat Tanjakan, Masuk Jurang 1 Tewas

Posisi bangkai pikap di dasar jurang. (foto istimewa)

Posisi bangkai pikap di dasar jurang. (foto istimewa)

PONOROGO,-  Sebuah pikap angkut 30 orang terjun ke jurang di kawasan Dusun Wates, Desa Ngadirojo, Kecamatan Sooko. Pikap bernopol AE 8870 SE itu masuk jurang dan terbalik, bahkan menimpa 3 penumpang.

Kapolres Ponorogo AKBP Radiant mengatakan kecelakaan itu diakibatkan karena pikap tidak kuat melintasi tanjakan akhirnya kehilangan kendali dan masuk jurang.

“Kendaraan oleng dan masuk jurang, ada 3 orang yang tertimpa body pikep yang 27 lainnya terlempar dari bak,” terang Kapolres,  Senin (20/8/2018).

Akibat kejadian ini, 1 orang tewas, 2 orang luka berat dan 27 lainnya luka ringan. “Puluhan orang yang luka ringan dirawat di Puskesmas, 3 orang yang luka berat dibawa ke RSUD dr. Harjono, sesampainya di sana 1 orang meninggal,” jelas Radiant.

Sementara itu, salah satu korban Tunir (45) menambahkan pihaknya bersama puluhan penumpang lainnya ingin takziah ke Desa Temon, Kecamatan Sawoo. Sesampainya di tanjakan desa Ngadirojo pikap terbalik.

“Tadi kan pikap mau lewat tanjakan, tapi baru naik tiba-tiba mobil nggak kuat terus terperosok masuk ke pinggiran jalan. Kami terlempar tapi ada 3 orang yang luka parah soalnya ketimpa pikap,” papar warga Desa Ngadirojo ini.

Hingga pukul 20.10 WIB, pikap masih belum bisa dievakuasi. “Pikepnya masih disana terbalik belum bisa diangkut,” pungkas Radiant. (berita sudah dimuat di detik.com)

Berita ini telah dibaca 15 kali

Share :

Baca Juga

Geger, Wanita ini Tewas Dengan Leher Tergorok Gerinda
Tak Kuasai Medan, Mobil Temanten Terguling, 8 Orang Dilarikan ke RS
Todongkan Pistol, Perampok Kuras Uang Toko Besi
Ngumpet di Trenggalek, Gerombolan Maling Motor Dihadiahi Timah Panas
Korban DBD di Ponorogo Bertambah Lagi, Anak 6 Tahun Meninggal
DB di Ponorogo “Ngamuk”, Renggut 3 Jiwa
Dua Cewek Plus Mucikari Esek-esek Online Diciduk Polisi
Tolak Pindah ke Pasar Relokasi, Ibu-ibu Pilih Gelar Doa