Ponorogo /  -

Dapat OTT Pungli Kelas Teri, Dua Oknum PNS Bagian Retribusi Diamankan

Maret 17th, 2017 | Posted in Ponorogo | |
2017-10-19 21:39

PONOROGO, (Beritajurnal.com) – Sepak terjang Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Ponorogo mulai membuahkan hasil. Yang cukup mengejutkan, dua oknum PNS di Pemkab setempat langsung diamankan. Hanya saja, nilainya masih dibilang kecil.

Dua orang yaitu salah satu Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bertugas di dinas Indakop dan petugas penarik restribusi di Pasar Songgolangit Ponorogo telah diamankan. Mereka terjarin Operasi Tangkap Tangan (OTT) saat keduanya melakukan praktik pungutan liar.

Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Rudy Darmawan, membenarkan bahwa tim saber pungli Kabupaten Ponorogo telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dua orang yang salah satu di antaranya adalah  oknum PNS. “Kami sudah tangkap tangan terhadap oknum PNS di dinas Indakop Pemkab Ponorogo yang kedapatan telah melakukan pungli,” ujarnya.

Menurutnya, penangkapan oknum tersebut berawal dari laporan pedagang di Pasar Songgolangit yang mengaku mereka ditarik 18ribu per meter, padahal seharusnya jumlah yang mereka harus bayar adalah 900 rupiah. “Jelas menyalahi aturan restribusi daerah. Dan itu sudah dilakukan bertahun-tahun. Mulai tahun 2015. Hampir 3 tahun,” jelasnya pada wartawan.

Dia menejelaskan, bahwa waktu penangkapan pelaku terbukti karena petugas saber pungli melihatnya sendiri jika pembayaran melebihi aturan. Saat ini kasus ini sudah dalam tahap penyidikan. Termasuk aliran dananya masuk kemana.

“Jika jumlah pungutan tersebut diakumulasi, selama tiga tahun dikalikan jumlah pedagang. Jelas besar itu yang masuk ke oknum PNS. Dan tidak menutup kemungkinan ke pejabat terkait,” terangnya.

Secra terpisah, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro (sebelumnya Dinas Indakop), Addin Andanawarih tidak menapik anak buahnya operasi tangkap tangan (OTT) Saber Pungli Kabupaten Ponorogo beberapa hari lalu. Dia mengakui, oknum PNS di lingkungannya telah lama melakukan praktik tersebut.

“Memang benar ada rekan kami di Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro tertangkap tim saber pungli. Kejadiannya minggu lalu dan ini sedang proses penyelidikan,” katanya kepada wartawan saat menghadiri tilik desa, Jumat (10/3).

Namun, lanjut dia, pungli tersebut bukan disengaja. Dia menjelaskan, sesuai perbup yang berlaku restribusi di pelataran Rp 900 tiap meter.

Praktiknya di lapangan, pedagang membayar Rp 1000. Atau yang menyewa 2 meter harus membayar Rp 2000. “Karena memang petugas tidak ada kembalian receh. Terkadang pedagang saling mengikhlaskan,” katanya.

Addin pun mengaku, mengambil jalan tengahnya sedang merevisi aturan yang ada. Mengubah angka genap, tidak ada kembalian, agar tidak ada praktik korban pungli.

Terkait sanksi, Addin menjelaskan, tidak bisa gegabah. Karena kasus pungli ini sudah ditangani oleh tim saber pungli. “Kami sendiri belum berani memberi sanksi apapun. Karena masih ditangani,” katanya.

Dia juga menampik aliran dana ke dirinya atau atasan. Karena prosesnnya, dari penarikan restribusi langsung disetor ke kas daerah. (brj/*)

Suka Artikel ini, Bagikan!
  • Twitter
  • Facebook

Komentar

©2015 Kompoz is version 4.0 Powered by Wordpress beautified by Dewaz. All Rights Reserved.