Home / Madiun

Rabu, 4 Desember 2019 - 13:14 WIB

Dispendukcapil Kabupaten Madiun Gelar Sidang Isbat

Reporter : Salem

MADIUN, – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sioil ( Dispendukcapil ) Kabupaten Madiun bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama dan Oengadilan Agama menggelar sidang Isbat pernikahan diruang pertemuan Dispendukcapil Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Jum’at (29/11/2019).

Plt Sekretaris Dispendukcapil Kabupaten Madiun Ahmad Sofingi menjelaskan, sidang Isbat tersebut menyidangkan 45 pasangan yang sebelumnya sudah menikah secara siri (nikah yang belum dicatat oleh negara) guna membantu pasangan memperoleh akta nikah sebagai dokumen pengurusan akta kelahiran anak.

Plt Sekretaris Dispendukcapil Kabupaten Madiun Ahmad Sofingi

“Kegiatan ini (sidang isbat pernikahan) untuk membantu masyarakat terkait dengan penerbitan akta kelahiran anak. Karena syarat untuk mendapatkan akta kelahiran itu antara lain adalah surat nikah,” kata Sofingi, disela sela kegiatan sidang Isbat, Jum’at (29/11/2019).

Menurut Sofingi, masih banyak penduduk yang tidak bisa menunjukkan buku nikah, karena nikahnya siri atau karena buku nikah hilang, rusak dan sebab lain. Pengadilan Agama menyidangkan kasus-kasus atau perkara terkait dengan pernikahan, sementara Kantor Kementerian Agama menerbitkan buku nikah sebagai bukti pernikahan yang sah dan tercatat di Kantor kementerian Agama.

“Dan kita membantu mereka agar pernikahannya sah dan mendapatkan buku nikah kembali dengan melaksanakan sidang isbat terpadu, karena menggandeng Pengadilan Agama dan Kantor Kementerian Agama,” jelasnya.

Sofingi juga mengungkapkan, kegiatan sidang Isbat tahun ini Dispendukcapil Madiun sudah keempat kalinya menggelar kegiatan tersebut. Tujuanya sidang isbat terpadu tersebut agar masyarakat yang belum memiliki buku nikah akan terbantu, sehingga hak-hak anak bisa terpenuhi serta untuk kelancaran untuk kepengurusan dokumen tidak terkendala.

“Ini sudah yang keempat kalinya kami laksanakan. Dan pelayanannya one day ready, one day service. Hari ini kita sidangkan, hari ini juga kita terbitkan buku nikah dan akta kelahiran anak,” ungkapnya.

Menurut Sofingi, sebelum pelaksanaan sidang Isbat, petugas melakukan pendataan dan penyisiran ke desa-desa. Hingga saat ini, masih ada sekitar 2.000 lebih anak seorang ibu. Secara hukum perdata, maka anak seperti itu (lahir dari pasangan nikah siri) hanya anak seorang ibu. Maka kita bantu agar masa depan anak tidak terkendala dengan status anak seorang ibu.

“Kalau status pernikahannya masih nikah siri, belum sah secara negara, maka status anak menjadi anak seorang ibu. Dan lahir di luar nikah itu hanya ada hubungan keperdataan dengan seorang ibu. Agar menjadi anak yang sempurna dan tidak minder, kita harapkan penduduk sadar, bahwa anak itu dilahirkan dari pernikahan ayah dan ibu,” tuturnya.

Bebetapa kendala penduduk untuk memperoleh akta kelahiran bagi anak-anak seorang ibu antara lain salah satu pasangan merantau. Dan baru bisa mengikuti sidang setelah semua persyaratan lengkap dan terpenuhi. “Belum semua bisa kita lakukan sidang. Karena kemungkinan bapaknya tidak ada, misalnya merantau. Ada juga yang ibunya sudah berpisah dengan ayahnya, sehingga kesulitan mencari ayahnya,” ujarnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat yang belum memiliki surat nikah, namun sudah punya anak, untuk tidak mengajukan pernikahan ke Kantor Urusan Agama (KUA) sebelum ada pengesahan Pengadilan Agama untuk dilakukan sidang isbat nikah. “Sementara dari jumlah peserta sidang Isbat hari mengalami penurunan dari sidang sebelumnya. Artinya masyarakat mulai sadar hukum dan pentingnya dokumen kependudukan,” pungkasnya. (lem/ad)

Berita ini telah dibaca 28 kali

Share :

Baca Juga

Murid Pertama dan Warga Sepuh Hadiri “Haul Guru Besar IKS PI Kera Sakti” Raden Totong Kiemdarto
Perwira TNI AU Harus Punya Skenario Kerja
900 Personil Gabungan Disiagakan Menghadapi Musim Penghujan dan Cuaca Ekstrim
Medan Licin dan Terjal, Tim Gabungan Evakuasi Warga Madiun yang Terisolir
AKBP Raden Bobby Disambut Para Guru dan Tokoh Perguruan Silat
Masa Libur Nataru 2019 – 2020 Penumpang KA Daop 7 Madiun Naik 11 Persen
Nylonong Dijalan Ring Road, Warga Ngetrep Tertabrak dan Kritis
Tidak Konsentrasi Saat Mengemudi, Siswa SMP Tabrak Pohon