Home / Madiun

Jumat, 13 Juli 2018 - 16:12 WIB

Dongkrak Bisnis UMKM, KWT Ikuti Pelatiahan Pengolahan Kakao

Reporter : Salem

 

MADIUN, – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Madiun menggelar berbagai program dalam rangka mendongkrak kreativitas masyarakat dalam berwirausaha. Kali ini digelar pelatihan pembuatan olahan produk makanan untuk pelaku usaha kecil bertempat di Kantor Balai Penyuluhan Perikanan Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, Selasa (10/8/2018).

 

Ibu-ibu peserta KWT Ikuti Pelatiahan Pengolahan Kakao menjadi coklat. (foto istimewa)

 

Kepala Balai Penyuluhan Perikanan Kecamatan Dolopo, Suharsanto, mengatakan, Pemerintah Daerah Kabupaten Madiun, berkomitmen memajukan peningkatan perekonomian rakyat dengan melakukan pembinaan kemampuan dan ketrampilan kerja disektor pertanian, perikanan dan perkebunan serta pelatihan bagi pelaku usaha mikro agar memiliki pengetahuan dan keterampilan berwirausaha.

“Dan pelatihan ini diikuti olehi Kelompok Wanita Tani (KWT) dari kecamatan Dolopo, Kebonsari, Dagangan dan Geger, yang bertujuan meningkatkan penghasilan serta lahir banyak wirausahawan-wirausahawan baru,” Kata Suharsanto, Selasa (10/7/2018).

 

Kepala Balai Penyuluhan Perikanan Kecamatan Dolopo, Suharsanto. (foto istimewa)

 

Lebih lanjut Suharsanto, menjelaskan, Pemerintah Daerah Kabupaten Madiun, berharap, peserta dari KWT harus memanfaatkan kesempatan sebaik-baiknya untuk menggali ilmu sebanyak-banyaknya. Lewat bekal ilmu, diharapkan para peserta bisa menjadi wirausahawan sukses. “Karena banyak sekali potensi alam disekitar kita yang dapat dikelola sebagai sumber mata pencaharian dan dapat dikembangkan menjadi usaha skala besar,” Jelasnya.

 

 

Sementara, nara sumber dari Tim UMKM Asosiasi Pengrajin Olahan Coklat (APOKAT) Agropolitan Gedangsari, kecamatan Dolopo, Endang menyampaikan, pelatihan diikuti sekitar 50 peserta KWT dari empat Kecamatan di Kabupaten Madiun. Sedangkan materi yang disampaikan tentang pengolahan biji Kakao menjadi minuman coklat, bubuk coklat, manisan dan batangan coklat.

 

“Peserta pelatihan produk olahan makanan, peserta diberikan materi pelatihan membuat bubuk coklat, minuman coklat, manisan dan batangan coklat,” Ungkap Endang.

Menurutnya, Kabupaten Madiun memiliki potensi yang sangat baik untuk pengembangan usaha pengolahan dan pemasaran produk Kakao. bahkan beberapa Home Industri sudah mampu membuat berbagai jenis minuman dan makanan dari Kakao. ” Pada dasarnya di Kabupaten Madiun ada beberapa wilayah terdapat lokasi yang suhunya dan cuaca sangat bagus untuk tumbuhan Kakao,” Jelasnya.

Pembentukan Asosiasi Pengrajin Olahan Coklat (APOKAT) Gedangsari tahun 2015 juga sangat membantu pemerintah untuk memberikan penyuluhan dan pengawasan terhadap pelaku UMKM di Kabupaten Madiun. Melalui Dinas Pertanian Dan Perikanan, Pemerintah berharap kelompok KWT di masing masing Kecamatan mempunyai produk unggulan.

“Karena dengan kemampuan mengelola potensi disekitar kita dapat membantu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” Pungkasnya.(Lem/ADV).

Berita ini telah dibaca 7 kali

Share :

Baca Juga

Mau Tahu Tarif Prostitusi Online di Madiun ?
Polisi Bongkar Praktek Prostitusi Online Anak
Komisi Irigasi Periode 2018 – 2021 Akan Segera Terbentuk
Rekonsiliasi dan Evaluasi Capaian Target PBB – P2 100 Persen
Silaturahmi dengan Ketua Perguruan Silat, Kapolres Madiun Dikukuhkan Sebagai Warga Kehormatan
Era Digitalisasi Guru Dituntut Profesional dan Beraklhak
Kabupaten Madiun Revitalisasi Lima Pasar Tradisional
Polisi Gadungan Kuras Uang Korban Hampir Seratus Juta