Home / Kriminal

Sabtu, 22 April 2017 - 04:53 WIB

Dua Oknum PNS Adu Jotos

Merasa Dianiaya, Langsung Lapor Polisi

MAGETAN, (JURNAL) -Ditengah peringatan hari lahirnya Pahlawan Perempuan asal Rembang R.A. Ajeng Kartini 21 Apr kematin. Namun usai upacara Hari Kartini Jumat Kemaren, Dinodai oleh ulah dua oknum PNS dilingkup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magetan. Diduga dua oknum pns adu jotos dik karena persoaalan sepele. Ini tampaknya akan berbuntut panjang, salah satu korban lapor polisi karena merasa di aniaya.

ilustrasi adu jotos

AKP. Agus Supriyanto Kapolsek Kota Magetan membenarkan telah menerima laporan dari Heruyanto, Kabid Kebersihan, terkait dugaan penganiayaan yang diduga dilakukan oleh salah satu PNS DLH Kabupaten Magetan berinisial “S”.

Hari itu juga korban diperiksa diruang penyidikan Unit Reskrim Polsek Magetan, penyidik memanggil sejumlah saksi dari staf DLH Kabupaten Magetan, yang diduga mengetahui kronologi dugaan terjadinya penganiayaan tersebut.

Polisi melakukan penyelidikan atas kasus dugaan penganiyaan tersebut, dari hasil visum dokter nanti apakah masuk dalam kategori penganiayaan ringan atau berat. Apabila terbukti penganiayaan berat polisi akan mengenakan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.

Anehnya Kepala DLH Kabupaten Magetan, Bambang Setiawan, mengaku tidak mengetahui secara pasti peristiwa yang terjadi di kantornya tersebut. Bambang hanya mendapatkan kabar dari stafnya jika terjadi keributan di kantor antar Kepala Bidang,” Saya hanya dapat kabar dari salah satu staf, jika ada keributan dikantor antara Heru dengan Bayu, karena saya sedang upacara peringatan hari Kartini di halaman Setdakab Magetan,” ujar Bambang Setiawan.

Terkait peristiwa tersebut, Bambang mengaku telah melaporkan kejadian tersebut kepada Ispektorat dan BKD Magetan secara lisan, terkait keributan antar PNS yang terjadi dikantornya tersebut.” Saya telah lapor ke Ispektorat dan BKD secara lisan, untuk tertulisnya menyusul,” pungkas Bambang Setiawan.

Sementara Mei Sugihartini Kepal Inpektorat Magetan membenarkan kejadian tersebut. Namun enggan untuk menceritakan permasalahanya apa sampai kedua abdi negara tersebut adu jotos pada saat jam kerja, Ia menyayangkan sebagai abdi negara semestinya mereka dapat memberi contoh kepada masyarakat. Menurutnya permasalahan di kedinasan semestinya dapat di bicarakan dulu dengan kepala dingin. Bukan adu fisik seperti itu, pihaknya juga sudah melaporkan kejadian ini kepada bupati Sumantri mengenai sangsi apa yang akan diberikan tergantung Bupati.” Tutup Mei. (yan)

Berita ini telah dibaca 169 kali

Share :

Baca Juga

Terlilit Utang, Congkel Kotak Amal, Babak Belur Dihajar Warga
Ada Keganjilan, Polisi Panggil Saksi Atas Kematian Wanita Tergorok Lehernya
Antisipasi Teror Jelang Pilkada, Polda Jatim Tingkatkan Babinkamtibmas
Nyabu, Tiga Anak dan Menantu Elvi Sukaesih Ditangkap
Kasus Pelecehan Seksual, Tiga Pimpinan Rumah Sakit Diperiksa Polisi
Perampok Emas Bawa Pistol, Ini Penampakannya
Teman Facebook Bawa Kabur Sepeda Motor
Digeledah, Ada apa di Sel Tahanan Polres Ponorogo ?