Home / Madiun

Senin, 13 September 2021 - 06:36 WIB

Dugaan Rekayasa Mekanisme Hukum Kasus Penculikan dan Pencabulan Anak Dibawah Umur, LSM WKR akan Laporkan ke Mabes Polri, KPAI dan Kompolnas

Reporter : Dimas Salem

Madiun, beritajurnal.com – Profesionalitas dan obyektifitas kinerja penyidik Satreskrim Unit PPA Polres Madiun Kota sedang diuji dan kembali menjadi sorotan publik. Kali ini terkait proses penyidikan atas kasus penculikan dan ekploitasi seksual terhadap anak dibawah umur yang sekarang sedang viral.

Kasus ini menjadi viral dan mendapat sorotan berbagai pihak karena pasal yang diterapkan terhadap pelaku penculikan bernama Deni Christanto Saputro alias Irfan (35th) pria asal Sragen, Jawa Tengah tidak mencakup semua kejahatan yang telah dilakukanya.

“Mestinya pelaku dijerat UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara,” Kata Budi Santoso, Minggu (12/9/2021).

Budi Santoso yang juga Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wahana Kedaulatan Rakyat (WKR) menyoroti penerapan pasal 332 KUHP oleh penyidik terhadap Deni Christanto, yang merupakan seorang pengusaha sukses asal Sragen, Jawa Tengah yang mendapat julukan predator anak dibawah umur.

“Penerapan Pasal 332 KUHP terhadap pelaku penculikan dan pencabulan sangat jauh dari ekspetasi masyarakat. Karena jeratan pasal tersebut ancaman hukuman maksimal 7 tahun dan tidak mengatur hukuman minimal sehingga bisa saja pelaku hanya dihukum 4 bulan,” Ungkapnya.

Budi Santoso, Ketua LSM WKR Madiun

Ketua LSM WKR ini juga merasa ada kejanggalan dalam proses penanganan kasus penculikan dan pencabulan yang dialami korban KEY. Dia menilai ada hal yang sengaja ditutup tutupi dan ada rekayasa mekanisme hukum sehingga kejahatan kejahatan lainya tidak terungkap.

“Disini kayaknya penyidik kurang jeli dan teliti atau memang sedang terjadi rekayasa mekanisme hukum sehingga kejahatan lainya tidak terungkap, padahal publik sudah tau,” Jelasnya.

LSM WKR akan terus mengikuti kasus ini hingga selesai dan akan mengevaluasi kinerja Polres Madiun Kota serta malaporkan ke Mabes Polri. “Dan ini akan saya bawa dan laporkan ke Mabes Polri, KPAI dan Kompolnas,” Tandas Budi Santoso, Ketua LSM WKR.

Diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polres Madiun Kota berhasil mengungkap kasus penculikan dan pencabulan terhadap anak dibawah umur. Dalam Konfrensi Pers, Kapolresta Madiun, AKBP Dewa Putu Eka Darmawan, menyatakan korban ditemukan di Sleman, Jawa Tengah.

Sementara pelaku berhasil ditangkap di daerah Tanggerang, Banten, Jawa Barat satu hari setelah korban ditemukan. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, Deni Christanto Saputro, pengusaha asal Sragen dijerat pasal 332 KUHP dengan ancaman maksimal 7 tahun penjara.(lem)

Share :

Baca Juga

Madiun

UMKM Bertahan Ditengah Pandemi Covid – 19

Madiun

H + 3 Lebaran, Stasiun Madiun Dipadati Arus Balik

Madiun

Belum Beroperasi Tol Ngawi-Madiun Minta Tumbal, 1 Tewas 3 Luka-luka

Madiun

Peluang Bisnis dengan Pelatihan Batik Madiun

Madiun

Peningkatan Infrastruktur dan Pembangunan Talud Penahan Longsor di Monumen Kresek

Madiun

Komplotan Specialis Maling Komputer Sekolahan Diringkus

Madiun

Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Pasangan Bupati Dan Wakil Bupati Madiun Perkokoh Pondasi Birokrasi

Madiun

Ramadhan, Ribuan Liter Miras Dimusnahkan