Home / Madiun

Kamis, 7 Desember 2017 - 20:06 WIB

“Festival Batik Kabupaten Madiun 2017” Dongkrak Sektor Pariwisata Lokal

Madiun, (beritajurnal.com) – Guna menunjang dan mengenalkan potensi daerah batik lokal, Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) menggelar ajang ”Festival Batik 2017” sebagai jembatan promosi potensi budaya dan pariwisata daerah.

Tidak hanya sekedar fashion show, ajang “Festival batik 2017, merupakan upaya memelihara karya besar milik bangsa Indonesia serta memberi motivasi dan kebebasan berkreasi kepada pengrajin batik dengan ide ide yang bisa memberi nilai tambah bagi industri batik dan mengangkat potensi pariwisata melalui batik.

“Ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah kabupaten Madiun, kepada seluruh pembatik dan desainer yang telah melahirkan karya karya yang sangat inspiratif dalam rangka pengembangan batik Madiun,” kata bupati Madiun, saat  membuka Festival batik Madiun 2017, (25/11/2017).

H. Muhtarom S.Sos, berharap melalui Festival batik 3017, akan tumbuh lebih banyak pengrajin batik yang mampu menciptakan sebuah  kekhasan batik dari Kabupaten Madiun selain corak batik yang sudah ada. “Dengan bangkitnya batik Madiun diharapkan mampu menunjang sektor pariwisata dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” harapnya.

Sementara kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disparpora), Yudi Hartono, S.Sos, MM, mengatakan, bahwa festival yang di gelar di Alun-Alun Mejayan bertujuan memperdayakan serta mempromosikan batik khas kabupaten Madiun dan diikuti oleh 40 peserta umum dan 37 peserta dari Organisasi Perangkat daerah atau OPD.

Dalam festival batik kali ini, menampilkan aneka busana dengan berbagai motif  batik khas Kabupaten Madiun, yang mencerminkan potensi wilayah setempat. seperti motif pertanian misalnya tertuang dalam batik bermotif gabah sinawur, batik porang, motif serat jati dan kenanga.

Lebih lanjut, Yudi Hartono, sebagai panitia Festival batik 2017, di Kabupaten Madiun ada 10 kelompok perajin batik yang memproduksi batik tulis maupun cap, diantaranya, di kecamatan Madiun, kecamatan Balerejo, kecamatan Pilangkenceng, dua di Kecamatan Kebonsari, dua di Kecamatan Wungu, satu di Kecamatan Sawahan dan di Kecamatan Dolopo.

Seperti yang dilaksanakan, sebagai penunjang pemberdayaan dan menggali potensi lokal, pemerintah kabupaten Madiun, melalui Disparpora, mengadakannya Festifal Batik Madiun 2017, di aloon aloon Reksogati, Mejayan. “Ini sebagai langkah pemkab Madiun mendorong minat masyarakat untuk mengembangkan kerajinan batik,” pungkasnya.(Lem/ADV).

Share :

Baca Juga

Madiun

Peringatan HUT RI Tahun 2018, Sebanyak 387 Narapidana Di Madiun Mendapat Remisi

Madiun

Diusung Tiga Partai, Ahmad Dawami Dan Hari Wuryanto Daftar Ke KPU

Madiun

Pemkot Madiun Dan Forkopimda Buka Bersama Ratusan Anak Yatim Se Kota Madiun

Madiun

Tunggu Jadwal Sidang, Kecamatan Minta Kades Sareng Tidak Ditahan

Madiun

Perilaku Kejahatan Narkoba di Kabupaten Madiun Berubah

Madiun

Polisi Uji Laboratorium Makanan Penyebab 36 Santri Keracunan

Madiun

Era Digitalisasi Guru Dituntut Profesional dan Beraklhak

Madiun

AKBP Raden Bobby Disambut Para Guru dan Tokoh Perguruan Silat