Ponorogo /  -

Gas Elpiji Melon Langka di Ponorogo, Permainan Siapa ?

Juni 5th, 2018 | Posted in Ponorogo | |
2018-11-16 01:54

 

PONOROGO,- Tingginya keluhan masyarakat akibat kelangkaan elpiji 3 kg di Ponorogo mendorong Wakil Bupati Soedjarno untuk melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di SPBE LPG PT Gas Alam Bumi Reog Jalan Cempaka beberapa waktu lalu.

Saat sidak, Soedjarno sempat mengecek jumlah gas elpiji melon yang tersedia di SPBE tersebut. Namun menurutnya, jumlahnya masih aman untuk dikonsumsi masyarakat.

 

Aksi unjuk rasa akibat kelangkaan gas elpiji melon di Ponorogo. (foto repro detikcom)

 

“Stok aman, tercukupi. Dari SPBE jumlah tabung yang dikirim sesuai seperti biasanya baik dari agen maupun ke pengecer,” tutur Soedjarno kepada wartawan, Senin (4/6/2018).

Kelangkaan ini, lanjut Jarno, diduga karena adanya penimbunan dari agen ke pengecer. Pihaknya pun menjanjikan akan melakukan sidak ke 16 agen yang ada di Ponorogo.

“Kami pun bakal menggandeng tim, baik dari Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Perdakum) maupun Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk bersama-sama mensurvei pasar,” terangnya sepeti dilansir detikcom.

 

Wakil bupati Sudjarno saat sidak ke salah satu SPBE di Ponorogo. (foto repro detikcom)

 

Sementara itu, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana) Migas Se-karesidenan Madiun Agus Wiyono gusar. Ia bahkan dengan jelas menuding adanya kesalahan yang dilakukan masyarakat di balik kelangkaan ini.

Ada yang menyalahi terutama masyarakat, padahal kuota pengiriman LPG 3 kg untuk Ponorogo ini tetap,” tutur Agus dalam kesempatan terpisah. Kesalahan¬†yang dimaksud adalah membeli dalam jumlah banyak. Ia pun menyentil pihak pangkalan ketika menerima pasokan elpiji 3 kg dan cenderung melayani pengecer.

“Kami akan melaporkan ini ke pihak kepolisian, kami tidak mau disalahkan terus. Seperti di pangkalan ini, ada pengecer yang bawa sepeda motor hingga 10 tabung kan tidak boleh,” tegasnya.

Kesal karena tabung gas elpiji 3 kg mengalami kelangkaan sejak awal Ramadan lalu, sejumlah warga di Ponorogo melakukan aksi unjuk rasa.

Aksi unjuk rasa dilakukan dengan menggelindingkan tabung-tabung elpiji 3 kg atau biasa disebut elpiji melon yang sudah kosong di Jalan Ir H Juanda. Mereka pun juga membawa berbagai poster bertuliskan tuntutan agar pasokan elpiji di Ponorogo kembali lancar, mulai dari ‘Pak Jokowi Dimana LPG 3 kg’, ‘Usut Mafia Migas’ dan ‘LPG Ilang Koyo Setan’. (dtk)

Suka Artikel ini, Bagikan!
  • Twitter
  • Facebook

Komentar

©2015 Kompoz is version 4.0 Powered by Wordpress beautified by Dewaz. All Rights Reserved.