Home / Ponorogo

Selasa, 5 Juni 2018 - 08:26 WIB

Gas Elpiji Melon Langka di Ponorogo, Permainan Siapa ?

Aksi unjuk rasa dengan kelangkaan gas elpiji langka di Ponorogo. (foto repro detikcom)

Aksi unjuk rasa dengan kelangkaan gas elpiji langka di Ponorogo. (foto repro detikcom)

PONOROGO,- Tingginya keluhan masyarakat akibat kelangkaan elpiji 3 kg di Ponorogo mendorong Wakil Bupati Soedjarno untuk melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di SPBE LPG PT Gas Alam Bumi Reog Jalan Cempaka beberapa waktu lalu.

Saat sidak, Soedjarno sempat mengecek jumlah gas elpiji melon yang tersedia di SPBE tersebut. Namun menurutnya, jumlahnya masih aman untuk dikonsumsi masyarakat.

“Stok aman, tercukupi. Dari SPBE jumlah tabung yang dikirim sesuai seperti biasanya baik dari agen maupun ke pengecer,” tutur Soedjarno kepada wartawan, Senin (4/6/2018).

Kelangkaan ini, lanjut Jarno, diduga karena adanya penimbunan dari agen ke pengecer. Pihaknya pun menjanjikan akan melakukan sidak ke 16 agen yang ada di Ponorogo.

“Kami pun bakal menggandeng tim, baik dari Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Perdakum) maupun Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk bersama-sama mensurvei pasar,” terangnya sepeti dilansir detikcom.

Wakil bupati Sudjarno saat sidak ke salah satu SPBE di Ponorogo. (foto repro detikcom)

Sementara itu, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana) Migas Se-karesidenan Madiun Agus Wiyono gusar. Ia bahkan dengan jelas menuding adanya kesalahan yang dilakukan masyarakat di balik kelangkaan ini.

Ada yang menyalahi terutama masyarakat, padahal kuota pengiriman LPG 3 kg untuk Ponorogo ini tetap,” tutur Agus dalam kesempatan terpisah. Kesalahan yang dimaksud adalah membeli dalam jumlah banyak. Ia pun menyentil pihak pangkalan ketika menerima pasokan elpiji 3 kg dan cenderung melayani pengecer.

“Kami akan melaporkan ini ke pihak kepolisian, kami tidak mau disalahkan terus. Seperti di pangkalan ini, ada pengecer yang bawa sepeda motor hingga 10 tabung kan tidak boleh,” tegasnya.

Kesal karena tabung gas elpiji 3 kg mengalami kelangkaan sejak awal Ramadan lalu, sejumlah warga di Ponorogo melakukan aksi unjuk rasa.

Aksi unjuk rasa dilakukan dengan menggelindingkan tabung-tabung elpiji 3 kg atau biasa disebut elpiji melon yang sudah kosong di Jalan Ir H Juanda. Mereka pun juga membawa berbagai poster bertuliskan tuntutan agar pasokan elpiji di Ponorogo kembali lancar, mulai dari ‘Pak Jokowi Dimana LPG 3 kg’, ‘Usut Mafia Migas’ dan ‘LPG Ilang Koyo Setan’. (dtk)

Berita ini telah dibaca 18 kali

Share :

Baca Juga

Geger, Wanita ini Tewas Dengan Leher Tergorok Gerinda
Tak Kuasai Medan, Mobil Temanten Terguling, 8 Orang Dilarikan ke RS
Todongkan Pistol, Perampok Kuras Uang Toko Besi
Ngumpet di Trenggalek, Gerombolan Maling Motor Dihadiahi Timah Panas
Korban DBD di Ponorogo Bertambah Lagi, Anak 6 Tahun Meninggal
DB di Ponorogo “Ngamuk”, Renggut 3 Jiwa
Dua Cewek Plus Mucikari Esek-esek Online Diciduk Polisi
Tolak Pindah ke Pasar Relokasi, Ibu-ibu Pilih Gelar Doa