Peristiwa /  -

Geger Pembantaian Rusa di Gunung Lawu

Juni 9th, 2017 | Posted in Peristiwa | |
2017-10-19 21:46
Sebanyak delapan bangkai rusa ditemukan di jalur pendakian Gunung Lawu, Jawa Tengah. Bangkai tersebut hanya tinggal tulang belulang dan dagingnya sudah hilang. Kondisi tersebut memprihatinkan sebab rusa adalah salah satu satwa yang dilindungi di Indonesia.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Tumbuhan, rusa yang merupakan dari jenis Cervus. Jenis tersebut masuk dalam daftar satwa yang dilindungi di Indonesia.Sebagai satwa yang dilindungi, berdasarkan aturan tersebut, rusa harus dapat dilestarikan melalui upaya penetapan dan penggolongan yang dilindungi dan tidak dilindungi; pengelolaan jenis tumbuhan dan satwa serta habitatnya; pemeliharaan dan pengembangbiakan

Dalam pasal 15 PP Noomor 7 Tahun 1999, Pengembangbiakkan satwa yang dilindungi dapat dilakukan secara buatan maupun di luar habitat. Caranya dengan melakukan perkawinan secara alami maupun buatan. Sementara pengembangbiakan melalui campur tangan manusia harus memperhatikan etika yang berlaku.

Selain itu, larangan perlakuan secara tidak wajar terhadap satwa yang dilindungi juga diatur dalam Pasal 21 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990.

“Setiap orang dilarang untuk:

a. menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup;

b. menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan mati;

c. mengeluarkan satwa yang dilindungi dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia;

d. memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi atau barang-barang yang dibuat dari bagian-bagian satwa tersebut atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia;

e. mengambil, merusak, memusnahkan, memperniagakan, menyimpan atau memiliki telur dan/atau sarang satwa yang dilindungi.”

Jika ada orang yang sengaja melakukan pelanggaran tersebut, sanksinya yakni pidana penjara paling lama lima tahun. Dalam pasal 40 ayat (2) disebut pelanggar juga dijatuhi denda paling banyak Rp 100.000.000.

Namun ada pengecualian bagi penangkapan satwa yang dilindungi. Syaratnya penangkapan dilakukan untuk keperluan penelitian, ilmu pengetahuan dan/atau penyelamatan jenis satwa. (sumber/foto : detik)

Suka Artikel ini, Bagikan!
  • Twitter
  • Facebook

Komentar

©2015 Kompoz is version 4.0 Powered by Wordpress beautified by Dewaz. All Rights Reserved.