Sosbud dan Kesehatan /  -

Grebeg Suro 2018, Upaya Lestarikan Budaya Daerah

September 5th, 2018 | Posted in Sosbud dan Kesehatan | |
2018-12-12 00:28

Reporter  : Anny Hidayati

 

PONOROGO, – Even budaya  tahunan kabupaten Ponorogo yakni Grebeg Suro telah dimulai. Pembukaan Grebeg Suro dan festival reog ditandai dengan hentakan pecut oleh Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni diikuti oleh seluruh Forkopimda Ponorogo pada Sabtu (1/8/2018) menjadi tanda dimulainya Grebeg Suro 2018 secara resmi. Sebanyak 33 kegiatan telah siap digelar untuk memeriahkan tradisi menanti pergantian tahun dalam kalender Hijriyah dan penanggalan Jawa sekaligus, yaitu hadirnya bulan Muharram atau bulan Suro.

Sebelumnya, Bupati Ipong menyatakan, pada 2018 ini Grebeg Suro dibarengkan pelaksanaannya dengan Perayaan Hari Jadi ke-522 Ponorogo yang jatuh pada 12 Agustus. Hal ini demi efisiensi dan efektifitas kegiatan tahunan ini.

 

Salah satu penampilan peserta FRN 2018 di panggung utama alun-alun Ponorogo. (foto Jurnal/Anny Hidayati)

 

 

Menurut Bupati Ipong, Grebeg Suro merupakan tradisi yang sudah ratusan tahun ada di Ponorogo. Hanya saja, sejak dua hingga tiga dawarasa terakhir dikemas dengan kegiatan yang lebih baik. Berbagai acara digelar, mulai dari pameran berbagai produk seperti pameran bonsai, pameran produk UMKM, berbagai lomba.

Grebeg Suro akan dipuncaki dengan Kirab Pusaka dari Kota Lama menuju Kutho Tengah atau pendopo serta tumpeng purak pada 10 September dan Larung Risalah di Telaga Ngebel pada 11 September mendatang. Totalnya, kegiatan Grebeg Suro 2018 ini akan berlangsung selama 11 hari.

Dan, yang paling ditunggu adalah festival reyog yang saat ini bernama Festival Nasional Reyog Ponorogo (FNRP) dan Festival Reyog Mini (FRM).

“Kegiatan ini menjadikan Reyog Ponorogo semakin dikenal di kancah nasional bahkan internasional. Bahkan kita harus bersiap-siap untuk tampil di depan para pengamat budaya dan petinggi UNESCO di Paris untuk pengakuan Reyog Ponorogo sebagai peninggalan budaya tak benda,” ungkapnya.

Acara yang sekaligus pembukaan FRM ke-16 dan FNRP ke-25 itu didahului dengan kirab Piala Suromenggolo untuk FRM dan Piala Presiden untuk FNRP. Tampil pula tarian Mubeng Gumbeng yang merupakan Karya 3 Terbaik Jawa Timur 2018. Diramaikan pula dengan penampilan tari Joyonegoro Mbalelo yang dipunggawani oleh UKM Tari Unesa dan Laskar Sawunggaling.

Ketua Panitia Grebeg Suro 2018 yang juga Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo Lilik Slamet Raharjo mengatakan, pada FNRP kali ini terdapat 32 grup reyog yang menjadi peserta. Sebanyak 16 grup dari Ponorogo dan 16 Grup dari luar Ponorogo. Sedangkan untuk FRM, pesertanya sejumlah 33 grup dengan rincian 21 grup dari masing-masing kecamatan dan sisanya dari berbagai sekolah di Ponorogo. (any)

Suka Artikel ini, Bagikan!
  • Twitter
  • Facebook

Komentar

©2015 Kompoz is version 4.0 Powered by Wordpress beautified by Dewaz. All Rights Reserved.