Home / Pacitan

Rabu, 22 April 2020 - 10:56 WIB

Jadwal Imsakiyah Ada Keanehan di Wilayah Pacitan, Bukan Salah Cetak ?

Reporter : Danur Suprapto

PACITAN, – Jadwal imsakiyah menjadi salah satu kebutuhan pokok umat Islam di sepanjang bulan Ramadhan. Daya tarik utamanya terletak pada awal waktu Subuh dan Maghrib, yang masing-masing menjadi penanda dimulai dan berakhirnya ibadah puasa dalam satu hari.

Beredarnya Jadwal Imsakiyah di Wilayah Kabupaten Pacitan pada Ramadhan Tahun 1441 H / 2020 M, ada yang aneh dari tahun tahun sebelumnya.

Keanehan pertama dalam hari pertama Ramadhan hingga tiga puluh ramadhan jadwal Imsak menunjukan waktu yang sama yakni 04.11 WIB, Sedangkan waktu subuh juga menunjukan waktu yang sama Yakni 04.21 WIB, Adapun waktu magrib terjadi waktu yang berbeda beda.

Imam Rifai Ketua HMI ( Himpunan Mahasiswa Islam ) Cabang Pacitan menangapi hal ini dengan serius, Imam berharap tidak terjadi kesalahan perhitungan ataupun cetak, namun bila ada kesalahan cetak hendaknya Kemenag Kabupaten Pacitan segera meralat jadwal tersebut.

” Masuk waktu Ramadhan masih sekitar tiga hari lagi, bila ada kesalahan ada waktu untuk membenahi , namun kalau itu sudah sesuai perhitungan , ya semua hendaknya mematuhi apa yang sudah di tetapkan kemenag Kab Pacitan” Ungkap Imam Rifai.

Disisi lain Kepala Kemenag Kab Pacitan Nurul Huda memberikan penjelasan seputar kesamaan waktu imsak dan subuh pada jadwal imsakiah Ramadhan 1441 H, menurutnya tidak ada hisab waktu imsak, waktu imsak adalah waktu subuh (fajar) dikurangi 10 menit, sehingga selisih waktu imsak dan subuh seluruhnya adalah 10 menit sedangkan waktu shalat dihitung berdasarkan gerakan harian matahari, dan kebetulan memang posisi astronomis matahari pada tanggal 24 April s.d 23 Mei.

“Memang demikian adanya sehingga tidak ada keraguan bahwa memang waktu subuh memang sama dalam tanggal dimaksud Jika ada perbedaan hasil dalam beberapa system hisab hal itu dapat dimaklumi karena beberapa hal” Jelas Huda

Huda Menambahkan Khusus waktu subuh perbedaan cukup signifikan bisa jadi disebabkan juga oleh parameter fajar, sebab selama ini ada yang menggunakan parameter -20o dan -18o, Demikian penjelasan tim ahli hisab rukyat BHR Kabupaten Pacitan,

Berita ini telah dibaca 67 kali

Share :

Baca Juga

BPH Migas Bersama Anggota DPR RI Sartono Adakan Sosialisasi Tugas Fungsi
Indrata Nur Bayu Aji, Optimis Kantongi Rekom
Launching Wisata Tangguh ; Watu Karung Tinggal Tunggu Aba-aba 
Pacitan Punya Aplikasi Pasar Online Berkelas
Badrul Amali Nahkodai ABPEDNAS Pacitan
APDP Ancam Laporkan Bawaslu Pacitan ke Pengadilan KIP
Bupati Pacitan Dilarikan ke RS Jogjakarta
KPU Pacitan Lantik PPK Terpilih 2020