Madiun /  -

Jalur Tengkorak Minta Tumbal, Bidan Tewas Dihantam Bus

September 18th, 2017 | Posted in Madiun | |
2017-12-16 09:08

NGAWI, (beritajurnal.com) – Jalur tengkorak (rawan kecelakaan) Ngawi-Mantingan kembali minta tumbal. Kecelakaan terjadi di Jalan Raya Ngawi-Mantingan km 31-32, masuk Desa Kedungmiri, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Senin (18/9/2017) sekitar pukul 00.30 dini hari lalu. Kecelakaan terjadi Bus Eka nopol S-7360-US  dengan Bus Pariwisata nopol : B-7067-FGA, akibatnya satu korban tewas seketika di Tempat Kejadian Perkara (TKP).


“Keterangan sejumlah saksi Bus Eka dikendarai Sugeng (45) warga Desa Karangjati, Kecamatan Kali Jambe, Kabupaten Sragen, Jateng, melaju dari barat ke timur. Bus Eka sempat mendahului kendaraan roda 4 lainnya ada didepannya, karena jalan menikung dan jarak sudah dekat sehingga terjadi tabrakan,” jelas Kasat Lantas Polres Ngawi AKP Tukimin.

Menurutnya tabrakan pada depan samping kanan dengan Bus Pariwisata – tabrak depan samping kanan Bus Eka. Atas kejadian tersebut mengakibatkan kerusakan  kendaraan dan korban manusia mengalami luka luka selanjutnya korban dibawa ke Pukesmas Sambirejo Kecamatan Mantingan untuk mendapatkan visum dari dokter.

Atas kejadian itu, tambahnya, kerugian materi ditaksir Rp 20 juta, satu korban tewas atas nama Tutik Pujiati (51) warga Desa/Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan, sekaligus Aparatur Siipil Negara (ASN) sebaagai bidan Kecamatan Lembeyan. “Sopir Bus Eka masih menjalani pemeriksaan intensif,” ujar AKP Tukimin.

Keterangan sopir Bus Pariwisata yaitu Tri Susilo (46) warga Desa Waton, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, menyatakan kejadian begitu cepat. “Saya tidak bisa menghindar, karena pas dibelokan dan tabrakan pun terjadi,” ujarnya.

Suka Artikel ini, Bagikan!
  • Twitter
  • Facebook

Komentar

©2015 Kompoz is version 4.0 Powered by Wordpress beautified by Dewaz. All Rights Reserved.