Home / Madiun

Rabu, 24 Juli 2019 - 19:59 WIB

Kabupaten Madiun Revitalisasi Pasar Mlilir

Reporter : Salem

MADIUN,-  Pemerintah kabupaten Madiun melalui Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun berencana merevitalisasi dua pasar tradisional di kecamatan Mejayan dan kecamatan Mlilir yang berbatasan dengan kabupaten Ponorogo.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UM, Agus Sujudi, mengatakan, revitalisasi pasar layak dilakukan untuk memberi kenyamanan kepada masyarakat saat melakukan transaksi jual beli. Faktor keamanan juga menjadi pertimbangan pemerintah untuk melakukan revitalisasi pasar.

“Pasar Mlilir misalnya, bagian depan pasar sangat berdekatan dengan jalan raya dan tidak tersedia area parkir. Itu dinilai sangat berbahaya dan berpotensi terjadinya kecelakaan,” Kata Agus Sujudi, Kabid Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UM kabupaten Madiun.

Menurutnya, kondisi bangunan pasar tradisional Mlilir tersebut sudah tidak layak dan tidak aman. Pasalnya, sejak puluhan tahun bangunan pasar tidak dilakukan renovasi dan perbaikan pada beberapa bagian meterial pasar yang rusak karena termakan usia. Hal tersebut menjadikan pasar terlihat semrawut dan tidak tertata.

 

“Sesuai rencana bangunan pasar Mlilir akan mundur beberapa meter dari jalan raya agar ada ruang untuk parkir kendaraan sehingga tidak mengganggu lalu lintas. Begitu juga didalam pasar nanti akan ditata sesuai jenis dagangan agar lebih rapi dan terjaga kebersihanya,” terangnya.

Dia juga menerangkan, untuk revitalisasi pasar Mlilir Pemkab Madiun akan dimulai awal bulan Agustus 2019 dan selesai sebelum akhir tahun 2019. Dengan menggunakan dana DAK tahun 2019 senilai 1,7 milyar. Sedang untuk pasar Sayur Mejayan sebesar Rp. 800 juta, sesuai ketentuan Kementerian Perdaganggan.

Agus Sujudi, menambahkan, sebelumnya Dinas Perdagangan Koperasi dan UM Kabupaten Madiun melakukan sosialisai kepada pedagang pasar Mlilir. Dalam pelaksanaanya untuk sementara pedagang akan ditempatkan diarea sekitar pasar sehingga aktivitas pasar tetap berjalan seperti biasa.

“Tidak ada relokasi, tetapi pedagang bisa menempati beberapa ruang kosong yang ada disekitar pasar. Dan yang paling penting revitalisasi pasar Mlilir tidak mengganggu atau murubah bangunan cagar budaya tahun 1905 yang berada dalam area pasar tradisional Mlilir,” Tambahnya.

Dia berharap dengan revitalisasi pasar yang dilaksanakan dapat merubah wajah kabupaten Madiun terutama pasar pasar yang berada diwilayah perbatasan dengan daerah lain. “Karena untuk pasar yang berada diperbatasan transaksi jual beli tidak hanya masyarakat kabupaten Madiun tetapi juga dikunjungi warga dari daerah lain. Untuk itu kita harus memberi pelayanan dan tempat yang nyaman dan aman,” Pungkasnya.(lem/ad)

Berita ini telah dibaca 14 kali

Share :

Baca Juga

Kasus Raja Pati di Madiun, Istri Korban Menghilang
Kades Pucangrejo, Sawahan Akhirnya Ditangkap Polisi
Babak Pertama Pertahanan Polres Madiun Jebol
Penghargaan KLA Tahun 2019 Kado Hari Jadi Kabupaten Madiun Ke 451
Taman Selfie Destinasi Wisata Alam Desa Kebonagung
Bawa Kabur Kendaraan, Wage Diringkus Polisi
Pelatihan Ketrampilan dan Alokasi Dana Kelurahan Kuncen
Masuk 20 Besar 100 Smart City, Pemkot Madiun Gelar Bimtek Tahap Pertama