Home / Magetan

Rabu, 11 November 2020 - 12:32 WIB

Kasus Dugaan Penipuan Rekrutmen Pegawai BKN Regional Jatim Polisi Periksa Dua Warga Trenggalek

Reporter : Dimas Salem

Magetan, beritajurnal.com. Menindaklanjuti surat pengaduan tentang dugaan penipuan yang dilakukan seorang warga Magetan, Satreskrim Polres Magetan memanggil Suyono (47th) dan Ngatiyah (50th) warga Kabupaten Trenggek pada Selasa (10/11/2020).

Polisi melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan kepada dua warga Trenggalek tersebut sebagai langkah awal penangangan perkara dugaan penipuan rekrutmen pegawai BKN Regional Jawa Timur yang melibatkan seorang warga Magetan.

“Iya benar, kami telah melakukan pemeriksaan terhadap dua warga Trenggalek untuk dimintai keterangan terkait perkara dugaan penipuan,” kata IPTU Supratikno, Selasa (10/11/2020).

Lebih lanjut IPTU Supratikno, menjelaskan, dua warga Trenggalek yang mengaku sebagai korban penipuan tersebut dimintai keterangan mulai pukul 09.00 WIB dan merupakan tahap pertama penanganan perkara dugaan penipuan yang merugikan korban.

“Ini baru tahap pertama dan sebatas memintai keterangan kepada kedua orang yang mengaku sebagai korban untuk proses lebih lanjut,” Jelasnya.

Sementara Suyono dan Ngatiyah, korban peniouan saat dikonfirmasi mengatakan dirinya memberi keterangan kepada petugas Satreskrim mulai jam 09.00 hingga pukul 12.00 WIb atas surat pengaduan perkara penipuan yang dia kirim beberapa hari yang lalu ke Poltes Magetan.

“Alhamdulillah sudah ada tanggapan dari pak Polisi dan hari ini tadi kita dipanggil dan dimintai keterangan,” Terang Suyono.

Fakta Baru

Muncul fakta baru dari kasus penipuan rekrutmen pegawai BKN Regional Jawa Timur yang ditangani Polres Magetan. Suyono dan Ngatiyah, mengaku diminta untuk mencabut pengaduan dan diiming imingi uang senili 30 juta sebagai pengembalian biaya rekrutmen pegawai BKN yang telah dia keluarkan.

“Saya ditawari uang 30 juta dan disuruh mencabut pengaduan. Jadi masing masing 15 juta dan tentu saja kami tolak,” Ungkap Ngatiyah.

Alasanya, pengemblian uang masing masing 15 juta tidak sebanding dengan uang yang diminta Hadi Suwito yakni sebesar 65 juta per orang dengan dalih untuk biaya bisa masuk jadi pegawai BKN dan belum lagi kerugian lainya yang dikeluarkan kedua korban.

“Wong kemarin saja saat Hadi dan temanya datang ke Trenggalek menawarkan uang 30 juta saya tolak, la kok tadi disuruh menerima uang 15 juta,” jenggahnya.

Suyono dan Ngatiyah menuntut, Hadi Suwito mengembalikan uang sepenuhnya. Karena apa yang dijanjikan warga desa Mojopurno, Magetan itu hingga saat ini tidak pernah terealisasi dan tidak jelas ujungnya hingga waktu dua tahun berjalan.

“Atau biar proses hukum tetap berjalan dan saya rasa ini setimpal dengan perbuatan Hadi yang katanya wartawan itu,” Ketus Ngatiyah.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dua warga Trenggalek mengadukan Hadi Suwito, warga desa Mojopurno ke Polres Magetan atas dugaan penipuan rekrutmen pegawai BKN Regional Jawa Timur dengan meminta sejumlah uang hingga puluhan juta rupiah dengan dalih untuk biaya masuk dan uang pelicin.

Sempat terjadi tawar menawar yang dilakukan tetapi tidak ada kesepakatan. Ujungnya kedua warga Trenggalek tersebut menempuh jalur hukum dan mengadukan Hadi Suwito ke Polres Magetan. “Karena sebelumnya Hadi ini tidak bisa hubungi bahkan nomor kontak saya diblokir,” Pungkasnya.(lem)

Share :

Baca Juga

Magetan

Patung Gubernur Suryo Bermasker ?

Magetan

Mahasiswi PTS di Ponorogo Tewas di Hotel Magetan. Benarkah Aborsi ?

Magetan

Penambang Pasir Tewas Terbawa Pusaran Air

Magetan

Sambangi Magetan, Sartono Serap Aspirasi lewat Turnamen Volly

Magetan

Tanjakan Licin, Dump Truk Terjun Jurang, Satu Tewas

Magetan

Dikira Bom, Diledakkan, Ternyata Bungkusan Kain

Magetan

Dihantam Banjir, Truk Penambang Pasir Nyaris Hanyut

Magetan

Nilai Jeblok, Siswa di Magetan Pilih Gantung Diri