Home / Madiun

Kamis, 21 November 2019 - 06:46 WIB

Kegiatan Anti Property Program Pemprov Jatim Dan Budi Daya Ikan Lele di Kabupaten Madiun

Reporter : Salem

MADIUN,- Petani ikan di Kabupaten Madiun mendapat bantuan dari Provinsi Jawa Timur, untuk budi daya ikan lele jenis Mutiara yang disalurkan melalui kegiatan Anti Property Program Tahun 2019 yang digulirkan pemerintah sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakat.

Kasi Perikanan Budidaya, Dinas Pertanian Dan Perikanan Kabupaten Madiun, Didit Setiyono mengatakan, melaluo Anti Property Program (APP) dari Provinsi Jawa Timur memberikan bantuan 14 ribu bibit lele kepada anggota Kelompok Tani Mulya, Jatirejo, Wonoasri yang bergerak dengan budi daya ikan air tawar jenis lele Mutiara.

“Anti Property Program merupakan salah satu langkah pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mengentaskan kemiskinan dengan memberi bantuan dengan budi daya ikan lele,” Kata Didit Setiyono, Rabu (20/11/2019).

Kasi Perikanan Budidaya, Dinas Pertanian Dan Perikanan Kabupaten Madiun, Didit Setiyono

 

 

Pemberian bantuan dan pemberdayaan ikan lele, Pemprov Jatim mengacu pada data statistik tahun 2015 – 2016 yang diusulkan oleh Kelompok Tani Mulya melalui Dinas Pertanian dan perikanan Kabupaten Madiun tahun 2018 dengan sasaran masyarakat kurang mampu.

Selain memberikan bantuan 14 ribu bibit ikan lele, kelompok tani Mulya juga mendapat bantuan mesin diesel, obat obatan, pakan 300 Kg/orang, peralatan perikanan dan pembuatan empat kolam tempat budi daya ikan lele. “Lokasinya di tanah milik anggota kelompok tani Mulya, desa Jatirejo, kecamatan Wonoasri,” Terangnya.

Lebih lanjut, Didit mengungkapkan, terkait progran APP dari Provinsi Jawa Timur, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun melakukan pendampingan dan pemantauan kepada kegiatan kelompok tani yang mendapat bantuan. ” Jadi kita hanya melakukan pendampingan karena bantuan diserahkan langsung kepada kelompok tani,” Ungkapnya.

Selanjutnya, pengelolaan ikan lele bantuan dari Pemprov Jatim akan dipantau oleh petugas penyuluh lapangan (PPL) dan pendampingan dari Konsultan Teknik Kecamatan (KTK) yang ditunjuk guna memberikan penyuluhan dan pembinaan pada masa perawatan maupun pemasaran pasca panen.

“Dalam hal ini petugas penyuluh (PPL) dan pendampingan KTK sangat dibutuhkan untuk melakukan pembinaan pelaksanaanya benar benar terarah sesuai dengan program pemerintah,” Pungkas Didit Setiyono.(lem/ad)

Berita ini telah dibaca 21 kali

Share :

Baca Juga

Murid Pertama dan Warga Sepuh Hadiri “Haul Guru Besar IKS PI Kera Sakti” Raden Totong Kiemdarto
Perwira TNI AU Harus Punya Skenario Kerja
900 Personil Gabungan Disiagakan Menghadapi Musim Penghujan dan Cuaca Ekstrim
Medan Licin dan Terjal, Tim Gabungan Evakuasi Warga Madiun yang Terisolir
AKBP Raden Bobby Disambut Para Guru dan Tokoh Perguruan Silat
Masa Libur Nataru 2019 – 2020 Penumpang KA Daop 7 Madiun Naik 11 Persen
Nylonong Dijalan Ring Road, Warga Ngetrep Tertabrak dan Kritis
Tidak Konsentrasi Saat Mengemudi, Siswa SMP Tabrak Pohon