Home / Pacitan

Senin, 8 Juli 2019 - 16:28 WIB

KLB Hepatitis A di Pacitan. Khofifah : Akan Kita Bantu Air Bersih dan Bangun MCK

Reporter : Danur Suprapto

 

PACITAN,- Kejadian Luar Biasa (KLB) Hepatitis A yang terjadi di Kabupaten Pacitan disikapi serius oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Minggu (7/7/2019), bersama sejumlah jajaran terkait seperti Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, Kadinkes Jatim Kohar HS, dan Kadis PU Cipta Karya Jatim, Khofifah melakukan rapat dengan Pemerintah Kabupaten Pacitan.

Hasil dari rapat yang juga melibatkan Bupati Pacitan dan jajaran terkait itu, ditemukan bahwa KLB Hepatitis A yang terjadi di Pacitan disebabkan karena pola hidup bersih dan sehat (PHBS) warga Pacitan yang sangat kurang, serta ditambah dengan kondisi kemarau panjang yang membuat warga masyarakat mengalami kekurangan air dan PHBS semakin sulit dilakukan.

 

PHBS yang dimaksud khususnya adalah urusan kebersihan dan Mandi Cuci Kakus (MCK) di mana warga di Pacitan masih menggunakan sistem MCK Komunal yang membuat penyakit mudah ditularkan dan membuat penyebaran penyakit hepatitis A merebak hingga menjadi kejadian luar biasa di Pacitan.

Menyikapi hal tersebut, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa warga Pacitan khususnya di Desa Sudimoro yang paling banyak diserang hepatitis A, harus mulai diarahkan untuk menggunakan dan memiliki MCK rumah tangga.

“Sedapat mungkin MCK komunal diperluas menjadi MCK rumah tamgga. Kalau septic tank mungkin masih boleh lah ya menggunakan komunal. Tapi kalau MCK harus berbasis rumah tangga,” tegas Khofifah

Itulah mengapa ia mengajak sejumlah jajaran pejabat untuk rapat membahas intervensi MCK untuk warga di Kabupaten Pacitan. Sebab sanitasi menjadi yang yang penting untuk jadi fokus intervensi dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

“Tadi kita sudah melakukan pemetaan. Kita akan memberikan intervensi membangunkan MCK rumah tangga. Kita cocokkan berapa yang bisa dibantu Pemprov, berapa yang bisa dikerjakan oleh Pemkab dan kalau mungkin ada CSR juga bisa menyalurkan ke program ini,” tandasnya.

Tidak hanya itu, untuk mengatasi kekeringan dan memudahkan warga mendapatkan air bersih, meningkatkan PHBS dan juga mencegah penyebaran hepatits A, dalam kesempatan tersebut Khofifah juga meyalurkan bantuan Pemprov untuk air bersih.

Setidaknya Pemprov Jatim memberikan bantuan 42 tandon untuk warga di Desa Bomo Pacitan. Serta juga disalurkan 250 rit mobil tangki air berkapasita 6.000 liter dan juga 240 jurigen untuk warga.

Di sisi lain Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur Kohar mengayakan perilaku kurang bersih di Pacitan menjadi penyebab utama KLB Hepatitis di wilayah tersebut. Dan sumber masalahnya juga adalah karena MCK yang tidak layak.

“Bahkan kalau musim kemarau mereka tidak menggunakan jamban. Tapi mereka ergi ke kebun untuk buang air dan menanamnya di dalam tanah. Dan kita sudah lakukan tes pada orang pertama yang terdeteksi Hepatitis A ternyata memang harus PHBS nya kurang bagus dan ditemukan bakteri e-coli positif mengandung virus Hepatitis A,” tegasnya.

Hingga saat ini di Pacitan ada sebanyak 1.093 orang korban penderita Hepatitis A. Dikatakan Kohar tidak ada penambahan sejatinya karena angka bertambah lantaran yang sebelumnya sudah sakit bari terdata. Sedangakan saat ini yang masih dirawat masih ada sebanyak tiga orang. (dnr)

Berita ini telah dibaca 53 kali

Share :

Baca Juga

Bawaslu Pacitan Sosialisasi Partisipatif Libatkan Budaya Lokal
Pilkades Ngile Tulakan Berjalan Lancar dan Demokratis
Pilkades Nglaran 2019 Berjalan Lancar dan Kondusif
Kades Terpilih Wonoanti, Agus Riyono : Kemenangan ini milik masyarakat
Duh, Pembukaan Laga Livoli 2019 Pacitan Sepi Penonton
Kapolres Pacitan Hadiri Pengesahan Warga Baru PSHT 2019
25 Tim Berebut Piala Livoli Divisi 1 Pacitan 2019
Pacitan Kabupaten Pertama di Jatim yang Setujui Dana Hibah Pilkada 2020