Madiun /  -

Mantan Sekwan DPRD Kota Madiun Divonis

Maret 18th, 2017 | Posted in Madiun | |
2017-08-19 03:39

MADIUN – Kenyataan pahit harus diterima Agus Sugijanto. Terdakwa perkara dugaan korupsi proyek gedung baru DPRD Kota Madiun itu divonis 16 bulan hukuman penjara.

Vonis tersebut jelas tidak mengenakkan mantan sekretaris DPRD (sekwan) Kota Madiun itu Maklum, Agus yang selama ini dikenal bersih dan sejak awal diklaim tidak melakukan korupsi nyatanya didenda Rp 50 juta subsider kurungan penjara 3 bulan.

Putusan itu dijatuhkan Pengadilan Tipikor Surabaya, Senin (27/2) lalu. Lima terdakwa dalam perkara sama juga sudah diputus dengan masa hukuman beragam.

Seperti Widi Santoso, pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK); dan Soemanto, Dirut PT Parigraha, selaku konsultan. Keduanya terjerat vonis 14 bulan penjara. Sedangkan denda yang mesti dibayarkan sebesar Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan.

Masih dalam perkara yang sama, Pengadilan Tipikor juga memvonis pihak rekanan. Di antaranya adalah Hedi Karmono, Dirut PT Aneka Jasa Pembangunan; dan Aditya Nerviadi, pelaksana lapangan.

Hedi diganjar hukuman satu tahun penjara dengan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan. Sedangkan Aditya diganjar 16 bulan penjara dengan denda Rp 50 juta atau 3 bulan kurungan.

Nyaris semua terdakwa masih menyatakan pikir-pikir. Hanya Widi Santoso yang menerima hasil putusan itu setelah berkonsultasi dengan kuasa hukumnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Madiun I Ketut Suarbawa mengaku bahwa putusan hukuman bagi terdakwa memang lebih ringan dibanding tuntutannya. Namun, Suarbawa tak mau berpolemik. Dia menghormati penuh vonis majelis hakim.

‘’Kami punya waktu untuk menyatakan sikap selama tujuh hari. Tentu, kami akan koordinasi dengan tim dan melaporkan hasilnya ke pimpinan,’’ terangnya.

Selain enam terdakwa, masih ada dua orang lagi yang berstatus sebagai tersangka. Yakni, Sonhaji dan Kaiseng alias Aseng. Keduanya merupakan pelaksana proyek di lapangan. Saat ini mereka masuk daftar pencarian orang (DPO) Kejari Kota Madiun.

Sebelumnya, JPU telah mendakwa enam terdakwa secara terpisah. Mereka dianggap telah merugikan negara sebesar Rp 1,065 miliar dalam pembangunan gedung DPRD.

sumber berita dan gambar: radarmadiun.jawapos.co.id

Suka Artikel ini, Bagikan!
  • Twitter
  • Facebook

Komentar

©2015 Kompoz is version 4.0 Powered by Wordpress beautified by Dewaz. All Rights Reserved.