Home / Madiun

Kamis, 9 Januari 2020 - 08:40 WIB

Medan Licin dan Terjal, Tim Gabungan Evakuasi Warga Madiun yang Terisolir

Reporter : Salem

MADIUN,– Sejumlah warga yang terisolir akibat bencana banjir di Kabupaten Madiun,  berhasil diselamatkan oleh petugas Tim gabungan penanggulangan bencana alam dan sejumlah relawan di Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Rabu (8/1/2020).

Proses evakuasi warga yan terisolir dampak banjir di Kecamatan Balerejo berjalan cukup sulit karena medan menuju pos penampungan pengungsi petugas harus melewati medan terjal dan sungai yang cukup lebar dengan arus sungai deras akibat curah hujan deras dan kiriman air dari hulu.

“Kendala yang kita hadapi adalah medan yang sangat terjal dan licin, juga arus sungai yang sangat deras. Bahkan ada beberapa warga Lansia yang harus kita gendong tadi karena keadaanya lemas karena terisolir,” Kata Muhammad Zahrowi, Kapala BPBD Kabupaten Madiun, Rabu (8/1/2020).

Bahkan seorang warga yang hanyut dan terseret arus deras sungai berhasil diselamatkan petugas gabungan dari TNI, Polri dan BPBD dengan menggunakan perahu karet.Salah satu petugas terpaksa memjebur ke sungai karena korban terseret semakin jauh dan perahu tidak dapat dikendalikan akibat arus sungai sangat deras.

“Setelah berhasil menepi korban tenggelam yang diselamatkan langsung dibawa ke tenda untuk mendapatkan penanganan dari tim Kesehatan. Dan itu tadi merupakan rangkaian kegiatan Apel Kesiapsiagaan dan Simulasi Penanggulangan Bencana Kabupaten Madiun Tahun 2020 yang kita laksanakan hari ini,” Ujar AKBP Ruruh Wicaksono.

Lebih lanjut Kapolres Madiun yang dikenal sangat akrab dengan awak media ini menerangkan, dalam kegiatan Simulasi Penanggulangan Bencana Kabupaten Madiun Tahun 2020 melibat semua unsur satuan dari TNI, Polri, BPBD, Satpol PP, Dishub, Dinkes, Senkom, Damkar dan petugas Tagana.

“Ada juga tadi dari PLN, rekan Banser dan Ranmor. Namun begitu leading sektornya BPBD. TNI, Polri sebagai pendukung yang siaga membantu mensiapkan sarana prasarana termasuk personil,” Terangnya.

Dilain pihak, Bupati Madiun, Ahmad Dawami, mengungkapkan, simulasi sangat penting dilakukan sebagai edukasi untuk warga sebagai kesiap siagaan ketika terjadi bencana alam. “Di Kabupaten Madiun ada Tiga wilayah langganan banjir. Yaitu Kecamatan, Wungu, Kecamatan Wonoasri dan Kecamatan Beletejo,” Ungkap Ahmad Dawami.

Hadir dalam Apel Gelar dan Simulasi Penanggulangan Bencana Kabupaten Madiun Tahun 2020, Wakil Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, Danrem 081 DCJ, Kol. Inf. Masduki, M.Si, Forkopimda Lanud Iswahjudi, Letkol. Agung Setiawan, Danyon Brimob Den C Madiu, PJU Polres Madiun, PJU Kodim 0803 Madiun, Pimpinan OPD Kabupaten Madiun, Muspika se Kecamatan Madiun.

“Kita laksanakan di lokasi Pintu 12, Desa Glonggong, Kecamatan Balerejo, yang merupakan wilayah yang sering terdampak banjir paling parah dan merupakan pertemuan tiga sungai besar yang melintas di Kabupaten dan Kota Madiun,” Pungkas Bupati Madiun.(lem)

Berita ini telah dibaca 58 kali

Share :

Baca Juga

Perwira TNI AU Harus Punya Skenario Kerja
900 Personil Gabungan Disiagakan Menghadapi Musim Penghujan dan Cuaca Ekstrim
AKBP Raden Bobby Disambut Para Guru dan Tokoh Perguruan Silat
Masa Libur Nataru 2019 – 2020 Penumpang KA Daop 7 Madiun Naik 11 Persen
Nylonong Dijalan Ring Road, Warga Ngetrep Tertabrak dan Kritis
Tidak Konsentrasi Saat Mengemudi, Siswa SMP Tabrak Pohon
Amankan Nataru Daop 7 Terjunkan 2 K9 dan 384 Personil Gabungan
Dispendukcapil Kabupaten Madiun Gelar Sidang Isbat