Ponorogo /  Pasar legi ponorogo kebakaran

Mengapa Terbakar lagi Menjelang Ramadhan

Mei 15th, 2017 | Posted in Ponorogo | | Tags: ,
2017-08-19 03:42
PONOROGO – (JURNAL) – Banyak yang berspekulasi dengan  terbakarnya pasar kebanggan kota reyog pasar Songgolangit. Apalagi menjalang bulan Ramdhan. Para pedagang sudah mengumpulkan  bahan menjelang Ramadan dan menyambut lebaran. Benarkah ini karena kosleting listrik ? Atau karena kompor  meledak ? Atau faktor lain ? Yang jelas saat ini masih dalam pemeriksaan tim Puslabfor Polda Jatim.

Yang jelas untuk kedua pasar Legi Ponorogo terbakar, tahun 2000-an kejadiannya menjelang bulan Ramadan begitupun kejadian kali ini. Sekitar jam 8 malam pasar induk di Ponorogo tersebut terbakar kembali.Belum tahu pemicu api sehingga terjadi kebakaran, Sigit kepala pasar belum berani mengambil kesimpulan apa penyebab kebakaran dan dia mengatakan biar pihak yang berwenang menyelidiki sebab kebakaran ini. Begitu mendapat kabar pasar yang dikelolanya terbakar, dia langsung berkoodinasi dengan petugas lainnya untuk pemadaman. Menurutnya menjelang Ramadhan begini adalah waktu para pedagan untuk menyetok barang buat persiapan menyambut bulan puasa.

Menjelang bulan puasa belanja masyarakat tinggi, acara selamatan sehari menjelang puasa menjadi adat tradisi masyarakat Ponorogo, dimana setiap rumah mengadakan syukuran genduri untuk ungkapan rasa syukur atas datangnya bulan suci. Jadi kerugian kebakaran kali ini lebih banyak dibanding kebakaran di bulan-bulan lain.

Api begitu cepat membesar kata Udin, tukang becak yang saban hari mangkal di pasar tersebut. Sumber api menurutnya berasal dari arah barat selatan, bukan dari pedagang makanan yang berada di tempat parkir seperti kata banyak orang. Dia melihat asap yang membumbung dan disusul suara ledakan dari dalam pasar, area sebelah barat selatan.

Pedagang makanan yang sedang berjualan di tempat parkir sebelah selatan dan barat semburat berlarian ke arah jalan raya dan sebagian masih sempat menyelamatkan perabotannya ke jalan raya. Polisi langsung sigapmenutup jalan menuju pasar, dan hanya mobl PMK dan mobil polisi yang boleh masuk.

polisi juga harus berjibaku dengan warga yang sulit dikendalikan.
Polisi tampak keawalahan menghadapai para pedagang pemilik lapak yang berusaha masuk ke dalam pasar. Para pedagang tersebut berusaha menyelamatkan barang dagangannya. Melalui pengeras suara polisi memerintahakan semua orang untuk menjauh dari titik api karena ledakan semakin jadi. Beberapa pedagang malah bersitegang dengan polisi karena dilarang masuk, sementara polisi tak mau kecolongan dengan jatuhnya kurban.

“Bapak Ibu biar barang dagangnya saja yang jadi kurban, jangan sampai panjenengan juga jadi kurban, jangan masuk…. jangan masuk…. api masih besar berbahaya… petuga dengan sekuat tenaga berusaha padamkan api…. ayo mundur… ayo mundur…. ” kata kepala polisi meminta masyarakat menjauh dari bahaya.

Berulang-ulang disiarkan lewat pengeras suara, namun ada bebarapa pemilik kios yang nekat menerobos masuk lewat belakang pasar, namun petugas sigap untuk menarik keluar karena asap semakn pekat. Pedagang histreis malah mengamuk pada petugas. Situasi carut marut, pekerjaan polisi semakin berat harus berjibaku dengan masayarakat yang berusaha menerobos masuk, polisi pun memasang garis polisi. Karena banyaknya warga yang berada di lokasi,  garis polisi yang telah di pasang menjadi tidak efektif akhirnya polisi menjaga pasar dengan pagar betis, bantuan polisi dari polsek-polsek berdatangan. Situasi baru bisa dikendalikan.

Sementara petugas PMK terus berusaha memadamkan api, area pasar langsung diputus bagian tengah agar api tidak merambat ke arah utara pasar. Dengan pemisahan tersebut pemadaman semakin efektif dari tengah menuju ke selatan arah sumber api. Di dalam Pasar Songgolangit, ada 4 pintu masuk utama berupa lorong, dan tiap pasar usai semua pintu dikunci.

Petugas PMK dibantu polisi dan TNI bahu-membahu untuk membobol pintu tersebut untuk melokalisir api agar tak merembet ke petak utara. Namun begitu dua mobil PMK “ngadat”, yang satu kehabisan bbm untuk pompa airnya, sedang satunya lagi harus didorong beramai-ramai karena mesin mati, pun begitu hirdran yang tersedia tidak begitu lancar airnya sehingga mobil PDAM dan penaggulangan bencana daerah dioptimalkan untuk menyuplai air untuk mengisi PMK. Tak berselang lama, bantuan PMK dari kabupaten Madiun, Magetan, Ngawi. dan Treggalek datang sehingga sekitar jam 11 malam api sudah mulai bisa dijinakknan.

Belum bisa ditaksir berapa kerugian materi, namun menurut pegawai pasar kerugianya jauh lebih besar dibanding bila terbakar ketika tidak menjelang bulan Ramadhan. Berharap masyarakat bisa bekerjasama sehingga diharapkan tak jatuh kurban jiwa karena kenekatan para pedagang yang nyelonong masuk. (kps/eko/eno/gie)

Suka Artikel ini, Bagikan!
  • Twitter
  • Facebook

Komentar

©2015 Kompoz is version 4.0 Powered by Wordpress beautified by Dewaz. All Rights Reserved.