Home / Madiun

Minggu, 20 Mei 2018 - 14:59 WIB

Harapan Kemajuan Usaha Peternakan di Desa Pajaran

Minggu (20/05/2018)

Reporter : Salem

 

MADIUN, – Meningkatnya kebutuhan daging konsumsi menjelang bulan suci Ramadhan, hari raya Idul Fitri dan hari besar lainya di kabupaten Madiun, menjadi permasalahan komplek yang terjadi disetiap tahun. Pasokan daging dari peternak lokal dan import dinilai belum mampu mencungkupi kebutuhan masyarakat madiun yang semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Salah satu upaya untuk menanggulangi permasalahan tersebut pemerintah kabupaten Madiun terus berupaya meningkatkan produksi ternak lokal dengan mengoptimalkan kawasan-kawasan baru yang berpotensi dijadikan lahan peternakan seperti wilayah atau desa dikawasan pinggiran hutan yang masih menyimpan banyak makanan dan sumber daya alam semula jadi.

 

Kepala desa Pajaran, Tri Handono berharap potensi desanya penghasil ternak pedaging sapi bisa berkembang. (foto Jurnal/Salem)

 

“Saat ini Dinas Pertanian Dan Perikanan, melalui Bidang Peternakan, melakukan pembinaan kepada 307 kelompok ternak sesuai SK Buapati Madiun. Dan kita membuka diri kepada masyarakat yang ingin membuat kelompok ternak atau memgembangkan usaha peternakan diwilayah kabupaten Madiun,” Kata Estu Dei Wahyuni, Kabid Peternakan Dinas Pertanian Dan Perikanan Kabupaten Madiun.

Tapi sayang pengelolaan wilayah produksi peternakan dikawasan pinggiran hutan tidak seluruhnya terkafer oleh pemerintah karena minimnya informasi dan pengolahan data. Salah satu contoh wilayah produktif untuk pengembangan dan peternakan yang luput dari perhatian pemerintah adalah desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

 

Potensi ternak sapi desa Pajaran terus dikembangkan. (foto Jurnal/Salem)

 

Desa Pajaran merupakan wilayah kabupaten Madiun paling ujung timur dan berbatasan langsung dengan kabupaten Nganjuk, merupakan salah satu wilayah produktif untuk pengembangan usaha peternakan. Lokasinya yang berada dikawasan hutan masih banyak menyimpan sumber daya alam yang sangat baik untuk dijadikan salah satu wilayah peternakan di kabupaten Madiun.

Hal tersebut diungkapkan kepala desa Pajaran, Tri Handono, bahwa usaha peternakan didesanya sudah dilakukan oleh beberapa masyarakat. Antusias warga untuk memelihara hewan ternak dapat dilihat dari jumlah warga desa pajaran yang semakin hari semakin bertambah. “Itu dikarenakan kebutuhan hewan ternak bisa didapat dengan mudah diwilayah desa Pajaran,” ungkap Kepala Desa Pajaran, Kabupaten Madiun.

Menurut Tri Handono, dukungan pemerintah yang terarah dan teroganisir sangat diharapkan masyarakat desa Pajaran untuk meningkatkan produktivitas hewan ternak didesa Pajaran. Hal tersebut dikarenakan hingga saat ini masyarakat masih melakukan dengan cara manual dan belum ada pembinaan secara resmi dari pemerintah melalui dinas terkait.

“Dengan adanya kelompok ternak dapat dilakukan pembinaan dan pengawasan yang terarah dari pemerintah. Sehingga dapat menghasilkan produksi ternak yang berkwalitas untuk kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Kepala Desa juga berharap, Desa Pajaran dapat menjadi salah satu wilayah produktif dibidang peternakan selain Porang yang sudah menjadi usaha tetap masyarakat desa. “Masyarakat sangat berharap ada perhatian pemerintah terhadap pelaku peternakan. Karena iklim dan cuaca didesa Pajaran sangat mendukung kegiatan peternakan yang bisa membantu meningkatkan perekonomian warga,” Pungkas Tri Handono. *(lem/adv)*

Share :

Baca Juga

Madiun

HUT Bhayangkara Ke – 74 Polres Madiun Kota Bagikan SIM Gratis Dan Luncurkan Motor Tangguh Semeru

Madiun

Tuntut Pengembalian Skema Lama, Driver Taxi Online Demo Kantor PT GoJek

Madiun

Taman Selfie Destinasi Wisata Alam Desa Kebonagung

Madiun

Pagelaran Wayang Kulit Meriahkan Acara Bersih Desa Klumutan

Madiun

KOPI KANDANGAN, KOPI NIKMAT DARI KABUPATEN MADIUN

Madiun

Cegah Penyebaran Covid – 19, Wali Kota Madiun Jalani Vaksin Pertama Kali

Madiun

Kabupaten Madiun dan Peluang Industri Tas Plastik

Madiun

Polisi Tangkap Inisiator Pesta Pergantian Tahun Baru