Ngawi /  -

Ngaku Polisi, Beraksi, Begal Ditangkap Polisi

Februari 21st, 2018 | Posted in Ngawi | |
2018-12-12 01:08
NGAWI, – Aksi dua pria yang mengaku sebagai anggota polisi akhirnya terhenti. Ini setelah aksinya melakukan begal sepeda motor berhasil digagalkan polisi. Bahkan keduanya yang masuk daftar pencarian orang (DPO) ini saat ini harus mendekam di Polres Ngawi.
Pelaku begal yang berhasil diungkap Polres Ngawi. (foto istimewa)

 

Informasi yang berhasil dihimpun, polisi yang mengetahui aksi mereka berhasil mengendus persembunyiannya. Awalnya, polisi menangkap PR (39) warga Desa Widodaren Kecamatan Widodaren kabupaten Ngawi  Senin, (5/2/18), sekitar pukul 17.00 WIB saat bersembunyi dirumah mertuanya di Dusun Widodaren Kidul, Desa Widodaren, Kecamatan Widodaren, Kabupaten Ngawi Sedangkan AD (25) yang sempat bersembunyi selama tiga bulan di Desa Makmur, Kecamatan Satui, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan dan sempat menjadi DPO Minggu, (11/2/18), sekitar pukul 14.19 WITA tak berdaya saat digelandang petugas Satreskrim Polres Ngawi yang berkoordinasi dengan Polres setempat.
 Kapolres Ngawi AKBP Pranatal Hutajulu, membenarkan kedua begal yang terjadi di wilayah hukumnya. Saat Press Release di Mapolres Ngawi Selasa (20/2/18) Kapolres mengatakan, aksi yang dilakukan kedua begal ini masuk kategori pencurian dengan cara mengalihkan perhatian terhadap korban.
“Kemungkinan untuk membuat takut dari korban supaya korban mau diperintah sama tersangka ini maka mereka mengaku dari anggota dan melakukan pemeriksaan pada Hpnya, pada Tasnya, semuanya tadi, termasuk untuk sepaya tehnik untuk korban ini menjauh agar motornya bisa diambil,” kata Kapolres dihadapan wartawan.
Menurut pengakuan kedua tersangka kepada petugas, mereka baru melakukan perbuatannya baru satu kali ini. “Tapi kita masih mengembangkan lebih lanjut,” terangnya.  Kedua tersangka untuk kejahatanya itu kita jerat dengan Pasal 363 KUHP,” tambah Pranatal Hutajulu.
Dalam aksi kriminal yang dilakukanya di atas jalan tol masuk Dusun Kenteng, Desa Pengkol, Kecamatan Mantingan, Ngawi tepatnya pada Sabtu 14 Oktober 2017 lalu. setelah keduanya diduga melakukan aksi pembegalan motor milik Mita Elsiana (16) pelajar asal Dusun Pepean, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngrambe, Ngawi. Saat kejadian, korban bersama temanya Fajar jalan-jalan menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat nopol AE 3686 MJ dan berhenti di kawasan proyek jalan tol disekitar Dusun Kenteng.
Mendadak tanpa diketahui penyebabnya korban didatangi dua orang tidak dikenal yang mengaku sebagai anggota yang tengah melakukan operasi obat-obatan terlarang. Kedua orang tersebut langsung meminta untuk menyerahkan handphone milik kedua korban. Karena takut baik  Mita maupun Fajar menyerahkan handphone mereka kepada kedua tersangka.
Tak sampai disitu kedua tersangka lantas meminta kunci sepeda motor milik korban. Kemudian kedua pelaku membonceng Mita dan Fajar yang katanya akan dibawa ke kantor polisi, namun bukannya kekantor Polisi kedua tersangka membawa korban putar-putar dikawasan tol tersebut. Lantas ditengah perjalanan Mita dan Fajar disuruh turun dari sepeda motor dan dihukum lari-lari. Karena takut keduanya menuruti permintaan kedua tersangka, setelah keduanya berlari sejauh kurang lebih 4 (empat) meter kedua tersangka langsung membawa kabur sepeda motor korban.
Suka Artikel ini, Bagikan!
  • Twitter
  • Facebook

Komentar

©2015 Kompoz is version 4.0 Powered by Wordpress beautified by Dewaz. All Rights Reserved.