Home / Ponorogo

Selasa, 9 Mei 2017 - 13:00 WIB

Oknum Guru Pramuka Dilaporkan Cabuli 35 Siswi

PONOROGO, (JURNAL) – Seorang guru pembina ekstrakurikuler Pramuka di MTs Selur, Kecamatan Ngrayun, Ponorogo, ditangkap polisi atas dugaan mencabuli 35 siswi di sekolah tersebut. Guru bernama As , (44) melakukan tindakan tersebut sejak pertengahan 2016 hingga awal 2017.

As  merupakan guru pembina Pramuka dan penjaga perpustakaan di sekolah tersebut. Dia merupakan warga asal Sukabumi, Jawa Barat, dan saat ini tinggal di RT 002/RW 004, Desa Temon, Kecamatan Ngrayun, Ponorogo.

Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Rudi Darmawan, mengatakan tersangka bernama  telah menjadi pembina Pramuka di MTs Selur sejak empat tahun silam. Namun, perbuatan bejatnya itu dilakukan mulai pertengahan 2016 hingga awal 2017.

Rudi menuturkan terbongkarnya kasus ini berawal dari laporan siswi MTs yang menjadi korban pelaku  yang melaporkan perbuatan gurunya itu. “Ada tiga siswi yang melaporkan ketiga siswi korban ini seluruhnya kelas VII MTs itu,” kata dia kepada wartawan di Mapolres Ponorogo, Senin (8/5/2017).

Setelah ada laporan itu, As kemudian kabur ke kampung halamannya di Sukabumi. Tak lama setelah itu, polisi berhasil menangkapnya saat berada di persembunyiannya di Sukabumi pada Maret 2017.

Dari hasil pemeriksaan korban dan tersangka, kata Rudi, siswi yang menjadi korban Asep total sebanyak 35 orang. Korban ini seluruhnya siswi MTs Selur.

Dia menyampaikan tersangka melakukan aksi bejatnya itu saat berada di perpustakaan sekolah maupun di laboratorium sekolah. Ketika ada siswi yang berada di tempat itu, tersangka memeluk hingga memegang bagian sensitif korban.

“Dari keterangan korban, tidak ada yang sampai disetubuhi,” ujar Rudi.

Lebih lanjut, sebenarnya tersangka telah memiliki istri dan anak. Terkait motif tersangka saat melakukan tindakan cabul itu, pihaknya masih melakukan penyidikan.

Atas perbuatannya, tersangka akan dikenai pasal 76 E Jo pasal 82 ayat 2 UU RI No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun penjara. (hjg/eko)

Share :

Baca Juga

Ponorogo

Kualitas Bangunan Jelek, Pedagang Sumoroto Tolak Relokasi

Ponorogo

Tewasnya Wanita Tergorok Gerinda, Pelakunya Suami Korban, Ditembak Kakinya

Ponorogo

Nikah Bersamaan dengan Pilkada, Undangan Seperti Surat Suara

Ponorogo

Hari Jadi Desa Kauman Ke 262 Tahun

Ponorogo

Semrawut Seperti Pasar, PK5 Car Free Day Ditertbkan

Ponorogo

Jaring Anak Punk, Disuruh Mandi dan Hormat Bendera

Ponorogo

Pasar Kesugihan Terbakar Lagi

Ponorogo

Warga Terdampak Waduk Bendo Mengeluh ke Menteri PUPR