Home / Pacitan

Minggu, 27 Januari 2019 - 05:04 WIB

Pacitan 2019, dalam Pertemuan Aliansi Pemuda

 

Reporter : Danur

 

PACITAN, – Pemuda dan mahasiswa asal Pacitan yang tergabung dalam kegiatan pertemuan aliansi para pemuda yang biasa disebut YAR (youth alliance rendezuous) pada awal tahun 2019 ini melakukan kegiatan rutin tahunan nya yang ke 6.

Kali ini malam puncak acara di hadiri para undangan dari Forkompinda ,serta peserta yang hadir kurang lebih 2000 perwakilan komunitas dari masing masing daerah. Seperti Kompas Solo,PMP Ponorogo, Kompacs Semarang,Kp3 Jogja ,Kappama Malang, Impact Surabaya, STTKD ,Impact STAN, dan para pemuda dan pelajar Pacitan

Kegiatan di laksanakan selama 2 hari dua malam di Gedung Gasibu Pacitan. Tujuan kegiatan ini adalah membentuk karakter kepemimpinan yang baik, menyiapkan generasi muda di masa yang akan datang untuk Pacitan dan Indonesia pada umumnya.

Adapun tema kegiatan YAR kali ini Welcoming millennial, sinau budoyo di era milenial. Kegiatan tahunan ini awalnya di gagas oleh para mahasiswa asal Pacitan yang ada di luar daerah dengan para pemuda Pacitan yang dinamakan PETUPA.

Ketua Petupa Aji, mengatakan bahwa jenis kegiatan kali ini yang di laksanakan adalah pertama sosialisasi perguruan tinggi. Kedua diskusi dengan pemerintah daerah Kabupaten Pacitan. Ketiga pentas seni dari perwakilan daerah masing masing berbagia kota.

“Esensinya dalam kegiatan ini adalah mempromisikan penting nya pendidikan kepada adik adik tingkat SLTA,” kata Aji. Sedangkan diskusi publik dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pacitan diantaranya adalah kasih saran, argumen,opini tentang peran pemuda dalam pembangunan. “Kami juga mengadakab pentas seni yakni melestarikan budaya lokal,” jelasnya.

Ditambahkan oleh Gilang,  salah satu mahasiswa yang tergabung dalam KOMPAS (Komunitas Mahasiswa Pacitan di Surakarta) bahwa jaman sudah semakin maju di era milenial teknologi seperti ini. Dan pemuda harus berperan, menjaga, melestarikan budaya agar tidak tertinggal dan lupa akan jati diri budaya sendiri.

” Seperti tadi salah satu pertunjukan rekan kami menampilkan budaya lokal yang dikolaborasi dengan budaya moderen. Bahwa budaya lokal kita seperti tari tarian bisa berkreasi bareng dengan budaya milenial yang sebenarnya tidak kalah indahnya, langkah ini cara untuk menarik para generasi milenial agar mencintai budaya sendiri, “ungkap Gilang. (dnr)

Berita ini telah dibaca 674 kali

Share :

Baca Juga

Penderita Hepatitis A di Pacitan Capai 701 Orang
12 Jabatan Kades di Kecamatan Ngadirojo Diisi Pejabat Sementara
251 Penerima Dana Non Tunai Absen Saat Pembagian
Waspadai Perubahan Suhu Dingin Saat ini
Banyak Jabatan Pemkab Pacitan Kosong, Akademisi : Bupati Harus Tegas
Pacitan Butuh Bupati dari Pemuka Agama
Lebaran, Ajang Sejumlah Tokoh Menjajaki Pilkada Pacitan
Bagus Surya Praktikna, Nahkoda Baru KNPI Pacitan