Madiun /  -

Pelaku IKM Dituntut Lebih Kreatif Untuk Bersaing Dengan Produk Internasional

November 21st, 2017 | Posted in Madiun | |
2018-10-23 00:36

Madiun, (beritajurnal.com),- Untuk meningkatkan dan pengembangan usaha dan daya saing produk Industri Kecil Menengah (IKM) makanan dan minuman (Mamin) di masyarkat, pemerintah daerah kabupaten Madiun, melalui Dinas Perdagangan Koperasi Dan Usaha Mikro (Dinas Perdagkop Dan UM) mengadakan pembinaan dan Pelatihan Kerja Bagi Tenaga Kerja Dan Masyarakat.

Kepala Dinas Perdagkop Dan UM kabupaten Madiun membuka pelatihan di Kali Catur Resort

Dengan melibatkan pelaku IKM secara langsung pembinaan dan pelatihan kerja merupakan peluang dan pintu masuk masyarakat untuk belajar mengelola usaha rumahan serta membuka peluang kerja dengan melakukan pemberdayaan beberapa bidang usaha peralatan rumah tangga dengan memanfaatkan potensi lingkungan dan sumber daya alam.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Dan Usaha Makro (Dinas Perdagkop Dan UM), Kabupaten Madiun, Anang Sulistyono, dihadapan perwakilan pelaku UMKM dari seluruh kecamatan di kabupaten Madiun saat membuka acara pembinaan dan Pelatihan Kerja Bagi Tenaga Kerja Dan Masyarakat Tahun 2017, di kali catur resort, 9/11/2017.

“Secara klasifikasi yang sudah dilakukan Kabupaten Madiun, ada beberapa produk unggulan UMKM yang dapat diprospek menjadi Industri kecil atau industri rumahan yang diakomodir oleh Dinas Perdagkop dan UM melalui usulan Musrenbang untuk dilakukan perencanaan dan penganggaran termasuk pelatihan UMKM,” kata Anang Sulistyono.

peserta pelatihan mendapat wawasan tentang pengolahan dan pembuatan Ice Cream dari narasumber

Sesuai data BBS tahun 2016, sebanyak 44 ribu UMKM, lanjut Kepala Dinas Perdagkop dan UM, produk Mamin, Kayu dan Batik banyak diminati masyarakat. Ketertarikan pelaku UMKM terhadap pengembangan ketiga jenis tersebut dikarenakan lebih mudah pengerjaan pencarian bahan baku dan minat pangsa pasar yang ada di wilayah Madiun dan sekitarnya.

Untuk meningkatkan standarisasi hasil produk UMKM, perlu dilakukan pelatihan secara continue guna menghasilkan produk yang berkualitas sesuai stadarisasi yang ditetapkan pemerintah. Dan secara umum pertumbuhan UMKM di kabupaten Madiun bervariasi mengikuti peta wilayah perekonomian dan lokasi pemasaran termasuk tingkat daya beli konsumen terhadap produk daerah.

“Untuk menampung dan membantu pemasaran produk IKM, pemerintah bupaten Madiun membuat program autlet UMKM dibeberapa titik lokasi strategis. Tiga autlet diantaranya sudah berjalan di pasar Nglames, pasar burung Caruban dan di pujasera Puspem Mejayan yang sudah siap dioperasikan,” ungkap Anang.

Sementara, nara sumber LPPM Dr. Darmoko, dari Unmer Madiun, menyatakan, pentingnya pelatihan bagi pelaku IKM bertujuan untuk memberikan wawasan tentang pembuatan aneka jenis Mamin. Peserta juga harus lebih kreatif menambahkan warna tampilan pada produk yang dihasilkan, untuk lebih menarik konsumen.

“Karena kita akui kendala pangsa pasar produk Mamin kita masih kalah dengan jens Ice Cream secara internasional. Maka pelaku IKM harus lebih kreatif dengan memberi warna tampilan contohnya dengan memberi logo dan nama produk yang lebih dikenal oleh masyarakat. Atau bahkan menggunakan gambar tokoh daerah,” Pungkas Dr. Darmoko.(Lem/ADV).

Suka Artikel ini, Bagikan!
  • Twitter
  • Facebook

Komentar

©2015 Kompoz is version 4.0 Powered by Wordpress beautified by Dewaz. All Rights Reserved.