Ponorogo /  -

Pelaku Pembunuhan Jalan Sumatera ternyata Anak Korban

September 3rd, 2018 | Posted in Ponorogo | |
2018-10-23 01:04

 

PONOROGO, – Eko Prayudi (54) ditemukan tewas di rumahnya, Jalan Sumatera, Kelurahan Banyudono, Ponorogo. Korban ditemukan dengan posisi bantal di atas kepala dan tergeletak di lantai dengan mulut mengeluarkan busa, sekitar pukul 15.00 WIB, pada Senin (27/8).

Awalnya polisi belum bisa memberikan kesimpulan terkait tewasnya Eko. Namun setelah melakukan olah TKP, polisi berkesimpulan bahwa Eko merupakan korban pembunuhan. Dan setelah diselidiki, pelaku pembunuhan adalah anaknya sendiri, Hendra Nur Prasetyawan (24).

 

(foto repro detik.com)

 

Kapolres Ponorogo AKBP Radiant mengatakan motif dari kasus ini adalah sakit hati. Yang menyebabkan pelaku sakit hati adalah karena pelaku tak mendapatkan pembagian uang hasil penjualan mobil milik korban.

“Akhirnya tersangka emosi dan mendorong korban hingga membentur tembok, kemudian korban dibekap pakai bantal hingga tewas,” tutur Radiant kepada wartawan, Senin (3/9/2018) seperti dilansir detik.com.

Radiant mengatakan awalnya bantal tersebut diletakkan di dada korban, namun karena tersangka takut ketahuan oleh orang lain maka posisi bantal dipindah ke muka korban.

“Karena kami curiga dengan kondisi kejiwaan tersangka, kami bawa ke RS Bhayangkara Kediri untuk ke psikiater. Hasilnya tersangka diketahui memiliki emosi yang belum matang atau labil, namun yang lain masih dalam tahap normal, jujur dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Radiant.

Saat kasus ini dirilis, pelaku tidak mengenakan penutup kepala saat diambil gambarnya oleh awak media. Pelaku malah tersenyum dan terlihat mengedipkan sebelah mata. Saat hendak diwawancara pun, emosi terlihat pelaku tidak stabil. Saat dikunjungi salah satu anggota keluarga, pelaku nampak emosi dan ingin memukul salah satu saudaranya.

“Kadang dia suka marah terus tiba-tiba senyum, tapi kondisi kejiwaannya normal makanya kami proses secara hukum,” imbuh Radiant.

Sebelumnya, polisi memeriksa 5 saksi termasuk pelaku. Saat dimintai keterangan, pelaku langsung mengaku telah melakukan penganiayaan tersebut.

“Karena kami khawatir dengan kondisi kejiwaan tersangka, maka kami periksakan ke RS Bhayangkara Kediri untuk menjalani test oleh psikiater,” papar dia.

Saat kejadian, korban mengeluarkan busa dari mulutnya. Dugaan awal busa itu disebabkan karena racun, namun Radiant membantah jika tersangka memberikan racun. “Hasil autopsi kemarin tidak ditemukan racun hanya memar saja di bagian kepala akibat benturan dan dibekap dengan bantal itu,” pungkas dia.

Dalam kasus ini pelaku dikenakan pasal 351 ayat 3 KUHP dan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun. (Berita ini sudah dimuat di detik.com)

Suka Artikel ini, Bagikan!
  • Twitter
  • Facebook

Komentar

©2015 Kompoz is version 4.0 Powered by Wordpress beautified by Dewaz. All Rights Reserved.