Madiun /  -

Pemberdayaan PKL Di Sekitar Obyek Pariwisata

September 26th, 2017 | Posted in Madiun | |
2017-10-22 22:53
Madiun,(beritajurnal.com) – Pariwisata merupakan salah satu potensi yang menjadi perhatian pemerintah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi serta peluang terciptanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat diberbagai bidang. Karena menurut pengamatan pemerintah, sektor pariwisata masih banyak memiliki potensi potensi yang bisa digali dan dikembangkan selain menjadi tujuan favorit untuk sekedar melepas kejenuhan, refreshing bahkan sebagai tempat kegiatan formal maupun non formal.


Hal tersebut disampaikan, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Madiun, Drs. Bahari, saat membuka kegiatan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL) Di Sekitar Obyek Wisata Kabupaten Madiun, di balai latihan ketrampilan (BLK) PAK Madiun di Mejayan, sebagai upaya pemberdayaan para Pedagang Kaki Lima sekitar obyek wisata yang merupakan pelaku usaha ekonomi informal dan penggerak perekonomian masyarakat dari tingkat bawah.

“Sebagai upaya mengangkat kesejahteraan dan peningkatan perekonomian, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan setiap peluang bisnis disekitar obyek pariwisata. Pemanfaatan potensi alam juga membuka peluang pekerjaan yang berdampak positif bagi masyarakat,” Kata Drs. Bahari.

baca juga :Bangun Pasar Tradisional Sebagai Pusat Jual Beli Di Desa Kaibon

Lebih lanjut Bahari, mengatakan, melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Pemerintah kabupaten Madiun mengupayakan peningkatan kesejahteraan pedagang kaki lima (PKL) dengan melakukan pelatihan pemberdayaan terhadap 100 PKL di sekitar obyek wisata sebagai tindak lanjut program bupati Madiun untuk menjadikan kabupaten Madiun menjadi salah satu kota destinasi wisata di Jawa Timur.

Sementara Kabid Pemasaran Pariwisata, Disparpora Kabupaten Madiun, Andri Sulistyowati mengatakan, pelatihan pemberdayaan PKL di sekitar obyek wisata Kabupaten Madiun tahun 2017, dilaksanakan selama tiga hari dari 28 hingga 30 Agustus 2017, di UPT Balai Latihan Kerja Mejayan, kabupaten Madiun, yang diikuti PKL dari obyek wisata Madiun Umbul Square, Monumen Kresek, Wana Wisata Grape, Desa Wisata Brumbun, Wana Wisata Nongko Ijo, Bendungan Widas, Taman Kota Asti, Rest Area Pasar Burung Mejayan dan sekitar Alun – alun Mejayan.

“Peserta selain mengikuti pelatihan ketrampilan dan pemberdayaan, mereka juga dibekali keahlian dan pendidikan mental yang bertujuan agar PKL lebih profesional dan mampu mengelola kewirausahaan serta mampu mengembangkan potensi alam disekitar obyek pariwisata,“jelas Andri Sulistyowati.

Narasumber dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Hariyanto, S.Sos, M.M, Praktisi Pariwisata Madiun, Mokh. Hamzah N, SE, Ketua DPD Himpunan Pariwisata Indonesia Jawa Timur, Nazarudin Priyantono dan dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Madiun, Drs. Pandji Suwarno, M.Si, menyampaikan pemaparan materi dan pelatihan tentang pemberdayaan usaha pariwisata, sapta pesona dalam kelompok sadar wisata Kabupaten Madiun, kiat berkomunikasi yang efektif dalam rangka memberikan pelayanan prima, perkoperasian dan praktik.

“Dengan menghidupkan beberapa sentra kuliner, kerajinan ukir dan sablon yang dikemas secara unik menjadi daya tarik bagi pelancong. Dengan begitu sentra sentra disekitar obyek wisata bisa salah satu sumber peningkatan ekonomi dan mensuplai kebutuhan konsumsi masyarakat,“pungkasnya. (Lem/adv)

Suka Artikel ini, Bagikan!
  • Twitter
  • Facebook

Komentar

©2015 Kompoz is version 4.0 Powered by Wordpress beautified by Dewaz. All Rights Reserved.