Home / Madiun

Selasa, 21 November 2017 - 20:20 WIB

Penggelaran Wayang Kulit Menggali Bakat Seniman Lokal

Madiun,(beritajurnal.com) РWayang kulit merupakan seni dan budaya leluhur yang hingga kini masih banyak diminati oleh masyarakat khususnya di palau jawa. Wayang kulit juga merupakan budaya wisata yang mampu menjadi daya tarik wisatawan untuk dipelajari sejarah dan keunikan sesuai khas budaya jawa sejak  turun temurun. Dan hal ini menjadi perhatian pemerintah kabupaten Madiun untuk terus mengembangkan budaya wayang kulit sebagai salah satu obyek pariwisata yang ditawarkan kepada wisatawan.

Kepala Disparpora Kabupaten Madiun, Yudi Hartono, S.Sos, MM

“Tentunya hal ini harus dibarengi dengan kerjasama yang baik antara pemerintah kabupaten Madiun melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) dengan semua pihak dan pelaku seniman di Kabupaten Madiun,” Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Madiun, Yudi Hartono, S.Sos, MM. Saat membuka pagelaran wayang kulit di Kelurahan Dungus, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Senin (13/11/2017).

Dalam sambutanya Kepala Disparpora, juga mengungkapkan, pagelaran wayang kulit ini sebagai salah satu bentuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang kebudayaan dan pariwisata sekaligus sebagai bentuk pelestarian budaya wayang kulit asli seni tradisional Indonesia dengan menggali potensi dalang lokal dan pelaku seniman diwilayah kabupaten Madiun.

Ki Dalang Joko Klenteng Dan Pagelaran wayang kulit

“Ini merupakan salah bentuk perhatian Pemkab Madiun dalam menjaga keberadaan wayang kulit yang mulai tergerus zaman. Dan pentas wayang kulit ini akan dilaksanakan dibeberapa wilayah kecamatan yakni di Lapangan Bangunsari, Dolopo, Lapangan Dungus, Wungu dan lapangan Desa Klumutan, Saradan,” Ungkapnya.

Wayang kulit yang dilaksanakan Pemkab Madiun melalui Disparpora,  juga mendapat dukungan dari Sekretariat DPRD Kabupaten Madiun, sebagai pendorong terwujudnya program pariwisata dan memelihara budaya kesenian Jawa. Bahkan Ketua DPRD Kabupaten Madiun menegaskan jangan sampai budaya Jawa diklaim lagi oleh negara asing. Apalagi mengaku sebagai kesenian asli negara lain.

Ketua DPRD kabupaten Madiun Menyerahkan Gunungan Kepada Dalang

“Bukan hanya wayang kulit, kesenian Reyog, Ketoprak, Ludruk dan Dongkrek harus kita jaga keberadaanya. Ini merupakan kesenian leluhur nenek moyang kita dan jangan sampai diklaim oleh negara asing,” tegas Djoko Setijono.

Pagelaran wayang kulit semalam suntuk dengan ki dalang Joko Widodo alias Joko Klenteng dari Kabupaten Ngawi dan bintang tamu asli Kabupaten Madiun, Abah Kirun Cs, diharapkan mampu menggugah minat masyarakat untuk belajar seni dan budaya. Sekaligus menggali penerus pelaku seniman yang handal dan profesional. Karena wayang kulit masih sangat relevan dengan kehidupan masyarakat jawa khusunya di kabupaten  Madiun.(Lem/ADV)

Share :

Baca Juga

Madiun

Tiga Mobil Terlibat Kecelakaan di Kota Madiun

Madiun

Peringatan HUT RI Tahun 2018, Sebanyak 387 Narapidana Di Madiun Mendapat Remisi

Madiun

Cegah Pandemi Covid 19 Selama 15 Menit

Madiun

Perwira TNI AU Harus Punya Skenario Kerja

Madiun

Arus Balik, Jalur Saradan Macet Merayap

Madiun

Deteksi Kerawanan Pangan Kabupaten Madiun Lakukan Survey PPH 2017

Madiun

Gotong Royong Sebagai Pondasi Pembangunan Nasional

Madiun

HUT Bhayangkara Ke – 74 Polres Madiun Kota Bagikan SIM Gratis Dan Luncurkan Motor Tangguh Semeru