Home / Pacitan

Minggu, 3 Februari 2019 - 09:52 WIB

Penyebab Robohnya Jembatan Banjarsari II Pacitan Masih “Misterius”

 

Reporter ; Danur

 

PACITAN, –  Semenjak robohnya Jembatan Banjarsari II yang memakan korban patah kaki jumat 24/01/19 pukul 14.00 WIB lalu ,sampai saat ini belum ada penjelasan yang pasti penyebabnya.
Jembatan tersebut merupakan penghubung antar desa di Pacitan, Akibatnya akses antar beberapa desa yang dipisahkan Sungai Grindulu, terputus.

Setelah musibah terjadi lalu Jembatan yang terletak di Dusun Blunding, Desa Semanten belum bisa di lewati. Masih dalam police line dari pihak penegak hukum.
Jembatan sepanjang 120 meter dan lebar 1,8 meter yang di bangun untuk mengantikan jembatan lama yang hanyut di terjang banjir tahun 2017 lalu, Pembangunan jembatan tersebut, satu paket dengan jembatan yang berada di Desa Kedungbendo Kecamatan Arjosari, Dilakukan dalam satu paket kontrak dengan total biaya sebesar Rp6,08 miliar yang bersumber pada APBN 2018.

Masa konstruksi dimulai sejak Agustus 2018 dan selesai pada Desember 2018 lalu, Di kerjakan oleh kontraktor PT Cahaya Agung Perdana Karya. Jembatan yang mengunakan konstruksi tipe rigid dan hanya dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua.

Kepala Dinas PUPR Pacitan Budiyanto hanya mengatakan jembatan tersebut masih dalam tahap penyelesaian.Akan tetapi ada kejadian yang entah bagaimana awalnya atau penyebabnya. masih dianalisa apakah ada pergerakan tanah atau kontruksinya yang tidak pas dan sebagainya,yang jelas belum bisa menyimpulkan saat ini. (dnr)

Berita ini telah dibaca 217 kali

Share :

Baca Juga

Bola Voli Putra Pacitan Porprov Jatim 2019 ukir sejarah
KLB Hepatitis A di Pacitan. Khofifah : Akan Kita Bantu Air Bersih dan Bangun MCK
Hiburan Ditengah Musibah di Pacitan Akhirnya Dibatalkan
Penderita Hepatitis A di Pacitan Capai 701 Orang
12 Jabatan Kades di Kecamatan Ngadirojo Diisi Pejabat Sementara
251 Penerima Dana Non Tunai Absen Saat Pembagian
Waspadai Perubahan Suhu Dingin Saat ini
Banyak Jabatan Pemkab Pacitan Kosong, Akademisi : Bupati Harus Tegas