Home / Madiun

Jumat, 24 September 2021 - 08:30 WIB

Penyesuaian Tarif Baru Layanan Rapid Test Antigen di Stasiun Lebih Terjangkau

 

Madiun, beritajurnal.com, – PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan penyesuaian tarif baru layanan Rapid Test Antigen bagi para calon pelanggan yang ingin melengkapi persyaratan naik Kereta Api jarak jauh dari sebelumnya harga 85.000,- menjadi 45.000,- untuk setiap pemeriksaan.

Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko, mengatakan, melansir pernyataan dari VP Public Relations KAI Joni Martinus, penyesuaian tarif baru ini merupakan bentuk peningkatan pelayanan KAI kepada masyarakat yang akan berlaku mulai 24 September 2021 di 64 stasiun.

“Penyesuaian tarif merupakan salah satu bentuk peningkatan pelayanan KAI kepada pelanggan,” Kata Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun Ixfan Hendriwintoko, Kepada sejumlah awak media.

Penyediaan fasilitas dan layanan Rapid Test Antigen di stasiun merupakan hasil Sinergi BUMN antara KAI dengan Rajawali Nusantara Indonesia melalui anak usahanya yaitu Rajawali Nusindo, Indofarma melalui anak usahanya yaitu Farmalab, serta pihak-pihak lainnya.

“Tentunya penyesuaian harga ini lebih terjangkau bagi masyarakat pengguna jasa transportasi dari PT KAI,” Ungkapnya.

Lebih lanjut Ixfan Hendriwuntoko, menjelaskan untuk dapat melakukan pemeriksaan Rapid Test Antigen di stasiun, calon pelanggan harus memiliki tiket atau kode booking KA jarak jauh yang sudah lunas dan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2×24 jam.

“Sesuai SE Kemenhub No 69 Th 2021, pelanggan KA Jarak Jauh diharuskan menunjukkan kartu vaksin minimal vaksinasi Covid-19 dosis pertama. Dan pelanggan wajib menunjukan hasil maksimal 1x 24 jam sebelum jadwal keberangkatan,” Jelas Ixfan.

Adapun daftar stasiun yang melayani pemeriksaan Rapid Tes Antigen di wilayah Daop 7 Madiun adalah Madiun, Blitar, Jombang, Kediri, Kertosono, Tulungagung, dan Nganjuk. “Pelanggan usia di bawah 12 tahun untuk sementara waktu tidak diperkenankan melakukan perjalanan,” Tuturnya.

Bagi pelanggan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan tidak dapat menerima vaksin, wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi Covid-19.

Ixfan menegaskan, PT KAI (Persero) berkomitmen untuk memastikan seluruh pelanggan KA Jarak Jauh telah memenuhi persyaratan yang telah diatur pemerintah. Jika ada yang tidak sesuai maka dilarang naik kereta api dan tiket akan dibatalkan dan bea akan dikembalikan 100%.

“Pelanggan juga tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon ataupun secara langsung sepanjang perjalanan,” Tegasnya.

KAI telah mengintegrasikan sistem boarding KAI dan aplikasi Peduli Lindungi sehingga data vaksinasi dan hasil tes Covid-19 pelanggan akan otomatis muncul pada layar komputer petugas. Integrasi ini bertujuan untuk mempermudah pelanggan, memperlancar proses pemeriksaan dokumen, dan menghindari pemalsuan dokumen.

“KAI mendukung penuh upaya pemerintah dalam melakukan screening deteksi Covid-19 pada moda transportasi Kereta Api guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” Pungkas Ixfan.(lem/humasda7madiun).

Share :

Baca Juga

Madiun

SBY ke Madiun Minta Menangkan Pasangan Khofifah-Emil

Madiun

Masa Libur Pergantian Tahun Baru 24 KA Reguler yang Dibatalkan Dioperasikan

Madiun

Bupati Geram, Pengelola Parkir Alon Alon Tidak Koordinasi Dengan Pemda

Madiun

Langkah Dinas Ketahanan Pangan Stabilkan Harga Pangan

Madiun

Jelang Misa Natal Polres Madiun Sterilisasi Gereja

Madiun

Perwira TNI AU Harus Punya Skenario Kerja

Madiun

Aliansi Jurnalis Madiun Kecam Arogansi Aparat Terhadap Wartawan

Madiun

Madiun Rawan Penggelapan Mobil Rental