Home / Ponorogo

Sabtu, 10 Februari 2018 - 09:15 WIB

Peringati HPN 2018, Wartawan Ponorogo Gelar Jagongan Pers

Reporter : Anny Hidayati
PONOROGO, (koranjurnal.com) – Seluruh insan pers di Indonesia memperingati Hari Pers Nasional (HPN) Jum’at tanggal 9 Februari 2018. Tak ketinggalan para wartawan di Ponorogo yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) cabang Ponorogo. Peringatan HPN ke-72 kali ini diisi dengan mengadakan acara yang dikemas berupa Jagongan Pers bekerja sama dengan prodi Ilmu Komunikasi  Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Bertempat di Dome Unmuh Ponorogo acara jagongan pers dengan tema Media Massa Kita Masa Kini berlangsung santai dan gayeng. Hadir dalam acara tersebut bupati Ponorogo Drs. H. Ipong Muchlissoni, rektor Unmuh Dr. H. Sulthon, M.Si, pimred Radar Madiun Hadi Winarso, kasubag humas Polres Ponorogo Darminto, kepala stasiun RRI Madiun Dra. Teguh Yuli Astuti, para dosen dan mahasiswa Unmuh Ponorogo serta wartawan dari berbagai media di Ponorogo.

Dalam dialog yang cukup akrab dan santai bupati Ipong mengatakan bahwa media masa saat ini sudah mengalami perkembangan yang luarbiasa seiring dengan kemajuan tehnologi. Oleh karena itu semua pihak harus siap menghadapi hal ini baik insan pers sendiri  maupun masyarakat. Maraknya media sosial (medsos) sangat menjadikan semua orang sebagai wartawan atau pewarta dengan menyampaikan informasi apapun di media sosial entah itu benar atau tidak. Namun bagi wartawan sesungguhnya akan menyampaikan berita yang berimbang kepada masyarakat, disinilah profesionalisme seorang wartawan diperlukan.

“Media masa saat ini sudah mengalami perkembangan  yang sangat pesat. Kemajuan tehnologi menggeser perilaku dan budaya masyarakat. Maraknya media sosial menjadikan semua orang bak wartawan yang bisa menyampaikan informasi apapun. Namun bagi wartawan sesungguhnya harus bisa menyuguhkan berita yang bermutu dan berimbang karena ada tiga unsur yang mesti terpenuhi dalam sebuah media. Yakni unsur edukasi, Informasi dan hiburan. Dengan tetap menjaga konten yang berimbang maka saya yakin media mainstream tetap eksis dan tidak tergilas oleh medsos, “kata Ipong.

Lebih lanjut Ipong mengatakan bahwa sejauh ini media mainstream masih punya segmen pasar yang bagus asal dikemas lebih apik dan menarik. Dia juga berpesan kepada mahasiswa agar siap menghadapi tantangan pers masa kini yang makin pesat berkembang sehingga bila nanti terjun ke masyarakat sudah punya bekal yang cukup.

Sementara itu rektor Unmuh Dr. H. Sulthon mengatakan bahwa pers harus tetap pada fungsinya sebagai lembaga kontrol. Karena pers merupakan pilar keempat setelah Eksekutif, legislatif dan yudikatif. Dengan pers yang berimbang maka masyarakat mendapatkan haknya untuk mendapatkan informasi.

Di akhir acara bupati Ipong memberikan apresiasi positif atas kegiatan PWI di tahun ini. “Acara jagongan pers kali ini cukup bagus, santai dan gayeng. Kalau ditanya kurangnya apa.. menurut saya kurang lama. Mungkin tahun depan bisa dikemas lebih apik, lama dan melibatkan banyak pihak. Sukses untuk PWI Ponorogo, “pungkas Ipong. (any)

Berita ini telah dibaca 49 kali

Share :

Baca Juga

52 Warga di Ponorogo Terpapar “Hari Kiamat”, Ini kata MUI
Jalur Ponorogo – Trenggalek (Masih) Buka Tutup
Hujan Deras, Longsor, Jalur Ponorogo -Trenggalek Ditutup
2.062 Penari Jathil Pecahkan Rekor MURI
Tewasnya Wanita Tergorok Gerinda, Pelakunya Suami Korban, Ditembak Kakinya
Geger, Wanita ini Tewas Dengan Leher Tergorok Gerinda
Tak Kuasai Medan, Mobil Temanten Terguling, 8 Orang Dilarikan ke RS
Todongkan Pistol, Perampok Kuras Uang Toko Besi