Home / Madiun

Selasa, 27 November 2018 - 10:47 WIB

Polisi Gadungan Kuras Uang Korban Hampir Seratus Juta

Polres saat melakukan jumpa pers dengan menghadirkan pelaku dan barang bukti hasil kejahatan polisi gadungan. (foto Salem)

Polres saat melakukan jumpa pers dengan menghadirkan pelaku dan barang bukti hasil kejahatan polisi gadungan. (foto Salem)

Reporter : Salem

MADIUN, – Setelah usai menjalani hukuman selama 11 bulan, Joshua Anggara (27) warga desa Sirapan, kecamatan Madiun, kabupaten Madiun, kembali harus berurusan dengan polisi dan terancam masuk sel tahanan kembali lebih lama.

Pasalnya, pemuda yang baru saja bebas tersebut harus mempertanggungjawabkan perbuatanya setelah melakukan penipuan yang dilaporkan korban atas nama DA, warga desa Garon, kecamatan Balerejo, kabupaten Madiun, tahun 2016.

Polres Madiun saat melakukan jumpa pers dengan menghadirkan pelaku dan barang bukti hasil kejahatan polisi gadungan. (foto Salem)

“Jadi perkaranya sama penipuan, dan dari aksinya ini tersangka berhasil menguras uang milik korban hampir mencapai 100 juta rupiah,” Kata Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono, Senin (26/11/2018).

Modusnya, lanjut Kapolres, tersangka berkenalan dan mendatangi korban dengan mengatakan ingin mencari pendamping hidup atau istri. Untuk meyakinkan korban, tersangka mengaku sebagai anggota Intel yang bertugas di Polres Pacitan, Jawa Timur.

“Tersangka ini pintar dengan mengaku sebagai anggota Intel yang keseharianya tidak menggunakan seragam polisi,” Jelasnya.

Menurut Kapolres Madiun, terungkapnya aksi penipuan bermula dari kecurigaan korban dan mencari informasi ke salah satu temanya yang bertugas di Polres Pacitan tentang keberadaan Joshua yang mengaku anggota Intel dengan nama Yuda Fajar.

“Setelah di croscek tidak ditemukan nama Yuda Fajar sebagai anggota polisi yang bertugas di Pacitan,” Ungkap Kapolres.

Dengan hasil informasi tersebut DA yang merasa menjadi korban segera melapor ke Polres Madiun. Sementara dari hasil print out rekening koran uang tabungan senilai 91.248.000 milik korban telah diambil oleh Joshua pada April 2016 melalui transaksi ATM.

“Awalnya korban percaya karena diiming iming akan dinikahi sehingga ATM diserahkan kepada tersangka. Selain itu tersangka berdalih uang diambil untuk keperluan pendidikan, sakit dan untuk kebutuhan hidup selama bertugas,” Terangnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, Joshua yang pernah dipenjara dengan kasus yang sama kembali harus berurusan dan terancam hukuman empat tahun kurungan penjara. “Kita kenakan pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP dengan ancaman penjara paling lama empat tahun,“ pungkasnya.(lem)

Share :

Baca Juga

Madiun

Cegah Pandemi Covid 19 Selama 15 Menit

Madiun

Pemkot Madiun Dan Forkopimda Buka Bersama Ratusan Anak Yatim Se Kota Madiun

Madiun

Edarkan Sabu Warga Magetan Diringkus

Madiun

Edan, Main Kuda Lumping di Karoke Digerebeg

Madiun

Ramadhan, Ribuan Liter Miras Dimusnahkan

Madiun

Kabupaten Madiun dan Peluang Industri Tas Plastik

Madiun

Jelang May Day Satlantas Polres Madiun Kota Gelar Razia Kendaraan Dan Sosialisasi E Tilang

Madiun

535 Anak Yatim Piatu Terima Bantuan dari Pemkot Madiun