Ponorogo /  -

Pondok Gontor Dimasuki Orang dengan Gangguan Jiwa

Februari 24th, 2018 | Posted in Ponorogo | |
2018-11-16 09:07

 

PONOROGO, –  Fenomena orang dengan gangguan jiwa menyerang ulama, terus diantisipasi polisi. Seperti dilakukan jajaran Polres Ponorogo. Sebaab, Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) Ponorogo dimasuki pria dengan gangguan kejiwaan. Adalah Martuji (43) warga Desa Jabung, Kecamatan Mlarak, Ponorogo yang mendatangi Pondok Gontor dengan alassan ingin bertemu Kyai H. Syamsul Adnan (unsur Pimpinan Trimurti PMDG).

 

Martuji diapit petugas saat masuk ke pondok Gontor. (foto istimewa) 

 

Kapolres Ponorogo AKBP Suryo Sudarmadi menuturkan kronologi kejadiannya. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (20/2/2018) sekitar pukul 08.00 WIB. Martuji mengaku mendatangi Pondok Gontor untuk meminta doa dari para kyai untuk kesembuhannya. Namun Martuji hanya terihat di tempat parkir saja.

“Martuji memang sering datang ke Pondok meminta doa dari para Kyai,” tutur Suryo saat dikonfirmasi Jumat (23/2/2018).

Suryo menambahkan memang ramai beredar kabar adanya orang dengan gangguan kejiwaan yang mendatangi Pondok Gontor di media sosial. Kemudian Polsek Mlarak dan Polres Ponorogo melakukan Penyelidikan/Penyidikan (Lidik) dan Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket) dari warga sekitar.

Menurut keterangan Ustad Yus, seperti dilansir detik.com bagian pengasuhan Pondok Gontor, bahwa orang yang datang dan berada di tempat parkir tersebut sebelumnya juga pernah datang dan melaksanakan salat di depan wisma Kyai H. Hasan Abdullah Sahal.
“Akhirnya sama Ustad Yus disuruh pergi,” jelas Suryo.

Kemudian keterangan dari Ustad Royan Niko, bagian Sekpim Pondok Gontor menerangkan bahwa benar pada hari Selasa (20/2/2018) sekitar pukul 08.00 wib di tempat parkir kantor Pimpinan PMDG diketahui ada orang tidak waras sedang duduk di kursi. Saat ditanya, katanya mau ketemu Kyai H. Syamsul untuk minta doa.

“Berhubung pakaian yang dikenakan tidak layak. Akhirnya sama Ustad Royan disuruh pergi keluar Pondok kemudian dia pergi ke arah timur,” ujar Suryo.

Suryo menerangkan Martuji memang dikenal sebagai orang dengan gangguan jiwa di wilayah Mlarak. Ia biasa mengenakan celana legging dan baju perempuan serta pandai berbahasa Arab. “Martuji memang dikenal memiliki kemampuan bahasa Arab serta mengenal banyak para kyai,” imbuhnya.

Beruntung saat kejadian, Martuji tidak mengamuk namun hanya terlihat di tempat parkir Pondok Gontor serta duduk di kursi saat ditanya ingin bertemu Kyai dan meminta doa. Martuji saat datang ke Pondok Gontor mengenakan pakaian sorban putih yang dikalungkan di leher, mengenakan celana legging warna ungu, mengenakan sandal perempuan serta membawa tas kresek dan menaiki sepeda angin warna biru.

“Saat ini langkah yang kami ambil, Martuji kami data dan kemungkinan akan dikoordinasikan dengan dinas sosial untuk diamankan atau diperiksa kejiwaannya,” pungkas Suryo. (dtk)

Suka Artikel ini, Bagikan!
  • Twitter
  • Facebook

Komentar

©2015 Kompoz is version 4.0 Powered by Wordpress beautified by Dewaz. All Rights Reserved.