Home / Madiun

Selasa, 20 Oktober 2020 - 07:03 WIB

Program P2L Mengolah Pekarangan Menjadi Sumber Pendapatan dan Gizi

Reporter : Dimas Salem

Madiun, beritajurnal.com – Pemerintah kabupaten Madiun terus mendorong upaya pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi rumah tangga ditengah pandemi Covid – 19. Salah satu upaya yakni pemanfaatan lahan pekarangan dan pemanfaatan limbah rumah tangga.

Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, Drh, Lilin Syarifah Aniesa, saat membuka acara Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Desa Geger, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun, Senin (19/10/2020).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, Drh, Lilin Syarifah Aniesa

“Dan program ini juga membantu program pemerintah yakni pemulihan ekonomi nasional (PEN) akibat pandemi Covid – 19 yang berdampak langsung pada keterpurukan ekonomi secara global,” Kata Lilin Syarifah Aniesa.

Lebih lanjut Lilin, mengungkapkan, upaya pemulihan ekonomi khususnya di kabupaten Madiun pemerintah melibatkan seluruh unsur masyarakat dan Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai pioner dan pelaksana di masing masing desa.

“Kegiatan P2L ini digelar selama Sepuluh hari mulai tanggal 12 sampai 22 Oktober 2020 di yang diikuti oleh anggota KWT dari 9 desa, sebagai pioner” Ungkapnya.

Dengan tema Pekarangan Pangan Lestari, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dan Peternakan Kabupaten Madiun berharap dengan kegiatan P2L mampu memenuhi kebutuhan gizi dan membantu terjadi peningkatan ekonomi di masyarakat.

“Sekaligus sebagai edukasi pemanfaatan lingkungan pekarangan dan limbah menjadi sebuah produk yang mampu menambah pendapatan serta keindahan lingkungan,” harapnya.

Untuk mendukung terciptanya lapangan pekerjaan pemerintah kabupaten Madiun melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan memberikan 17 item bantuan bibit tanaman dan benih ikan kepada KWT di 9 desa yang mengikuti program P2L.

Sementara narasumber dari Koperasi Cahya Barokah Mandiri, Rini Nirnawati, menuturkan, banyak potensi lingkungan yang dapat dimanfaatkan dan dikelola menjadi sebuah produk unggulan yang terdiri dari tanaman dan peternakan yang mempunyai harga jual dipasaran.

“Banyak jenis tanaman dan buah yang bisa tumbuh dipekaran dengan memakai media yang tentunya sangat serba terbatas termasuk beternak ikan. Dengan memanfaatkan limbah rumah tangga dan juga hewan bisa menjadi produk unggulan,” Tuturnya.

Kelompok Tani Wanita selain mendapat pembinaan dan pelatihan juga mendapat bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan serta mendapat pendampingan hingga berhasil.

“Dari beberapa KWT sudah berhasil memanfaatkan pekarangan menjadi sumber kebutuhan harian dilingkungan,” Pungkasnya.(lem/ad)

Share :

Baca Juga

Madiun

30 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Satu Diantaranya Masih Dibawah Umur

Madiun

Wonderful Madiun Carnival Dan Seni Dongkrek Meriahkan Hari Jadi Kabupaten Madiun Ke – 449

Madiun

Wawali, Pemkot tidak akan membantu anggota OPD yang terkena OTT Saber Pungli

Madiun

Satu Tahun Lebih Dilaporkan, Korban Penculikan Ditemukan di Sleman

Madiun

Cegah Polusi, Pencemaran dan Limbah dengan Pengelolaan Sampah Berwawasan Lingkungan

Madiun

DPRD : Melanggar Perda Ijin Kimura Dicabut

Madiun

Pelayanan Online Tingkatkan Kwalitas Pelayanan E – KTP Di Lingkungan Pemkot Madiun

Madiun

Dua Ruangan SMPK Santo Yusuf Terbakar, Siswa Diliburkan