Ponorogo /  -

Sebarkan Kebencian pada Polisi di FB, Pemuda Mlarak Dibekuk

Agustus 14th, 2017 | Posted in Ponorogo | |
2017-09-20 16:32

PONOROGO,  (beritajurnal.com) – Hati-hati posting di media sosial jika tidak mau berurusan dengan  hukum. Seperti dialami seorang pemuda warga Nglumpang Kecamatan Mlarak Ponorogo harus mendekam dibalik jeruji. DP(33)  seorang pemuda ditangkap polisi sebagai pelaku ujaran kebencian, Minggu (13/8/3017).


Ditangkapnya pelaku lantaran telah menuliskan postingan berisi penghinaan atau pencemaran nama baik kepada Kepolisian Ponorogo di salah satu group facebook.

“Hal itu dilakukan pelaku karena dia merasa marah dan kecewa teehadap polisi karena terlapor pernah terlibat perkara penganiayaan dan penyalahgunaan pil doubel L, dengan tujuan agar postingannya tersebut diketahui orang banyak,”ucap Kasat Reskrim Polres Ponorogo, AKP Rudi Darmawan pada wartawan.

Dalam melakukan aksinya tersebut, tersangka tidak menggunakan akun miliknya namun menggunakn akun orang lain di handphune miliknya yang kebetulan belum lougout. Tersangka mendapatkan handphone yang baru dibelinya dari seorang warga Desa Karanggebang Jetis Ponorogo seharga Rp 50 ribu.

Sementara pemilik asli handphone tidak merasa membuat postingan dengan akun miliknya, karena handphone tersebut telah hilang sekitar 8 bulan yang lalu.
“Pelaku kita tangkap di rumahnya,” terang AKP Rudi Darmawan.
Atas perbuatannya tersebut, pelaku dianggap dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam pasal 45(3) juncto pasal 27(3) UU RI No 19 tahun 2016 perubahan atas UU RI no 11 tahun 2008 tentang ITE juncto pasal 307 KUHP.

Pelaku terancam hukuman penjara selama-lamanya 4 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 750.000.000,-(*)

Suka Artikel ini, Bagikan!
  • Twitter
  • Facebook

Komentar

©2015 Kompoz is version 4.0 Powered by Wordpress beautified by Dewaz. All Rights Reserved.