Home / Madiun

Minggu, 30 September 2018 - 15:17 WIB

Serah Terima Jabatan Bupati dan Wakil Bupati Madiun

Proses pelantikan oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Proses pelantikan oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Reporter : Salem

MADIUN, – Setelah penetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU) tentang Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Madiun terpilih, pasangan BERKAH, Ahmad Dawami Ragil Saputro dan Hari Wuryanto, secara resmi dilantik di Gedung Grahadi, Surabaya, Senin (24/9/2018), sebagai bupati dan wakil bupati Madiun periode 2018-2023 oleh Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Penetapan H. Ahmad Dawami Ragil Saputro dan Hari Wuryanto sebagai bupati dan wakil bupati Madiun juga dikukuhkan dengan gelar rapat paripurna istimewa DPRD dalam rangka serah terima jabatan dari Penjabat (Pj) bupati kepada Bupati Madiun masa jabatan 2018-2023, di Pendopo Muda Graha, Rabu 26 September 2018.

Dalam sambutannya, Bupati Madiun, H. Ahmad Dawami Ragil Saputro, antara lain mengatakan, pemilihan kepala daerah merupakan mekanisme yang harus ditempuh untuk kesinambungan penyelenggarakan pemerintah daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Visi misi “Penguatan Birokrasi Langkah Awal Membangun Kabupaten Madiun”

“Kami sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada masyarakat Kabupaten Madiun yang sangat dewasa dalam berpolitik, sehingga tercipta kondisi yang aman dan tertib dalam proses pilkada di kabupaten Madiun,” kata H. Ahmad Dawami, saat memberi sambutan Sertijab bupati dan wakil bupati Madiun.

Usai pelantikan, Ahmad Dawami Ragil Saputro (Kaji Mbing) mengatakan, Bupati dan Wakil Bupati akan langsung bekerja dan sebagai langkah awal, dirinya akan memperkokoh birokrasi pemerintahan di Kabupaten Madiun yang menurutnya birokrasi menjadi salah satu unsur penting pemerintah dalam pelaksanaan program kerja pemerintah Kabupaten Madiun.

“Program penguatan birokrasi ini menjadi salah satu agenda 100 hari kerja bupati dan wakil bupati Madiun. Saya ingin mempersiapkan landasan yang diperlukan untuk mendukung program diantaranya memperbaiki konstruksi birokrasi yang kokoh dan penguatan di masing masing OPD,” Ungkap Kaji Mbing usai pelantikan.

Lebih lanjut Kaji Mbing, mengungkapkan bahwa dirinya telah membuat rencana kerja jangka pendek sebagai landasan program kerja jangka panjang untuk membangun kabupaten Madiun terimplementasi pada visi dan misi. Yakni, aman, mandiri, sejahtera, dan berakhlak. “Yang paling penting berupaya agar Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak tersandung kasus korupsi,” Ungkapnya.

Sementara Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, menegaskan, bahwa kepala daerah memiliki tanggung jawab membuat Rencana Jangka Pendek, Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Program yang telah disusun sesuai visi dan misi hendaknya diselesaikan selambatnya tiga bulan setelah pelantikan. Termasuk menjaga dan menguatkan hubungan dengan DPRD.

“”Saya minta kepala daerah terus meningkatkan upaya hubungan kerja yang sangat baik dengan DPRD dan mitra kerja. Saya ingin mengingatkan dalam rangka meningkatkan pembangunan, kepala daerah harus berpedoman dengan visi misi Presiden dan Gubernur,” Pungkas Pakdhe Karwo.(lem/ad)

Share :

Baca Juga

Madiun

Amankan Hari Raya Waisak Polres Madiun Kota Terjunkan Tiga Satuan Setingkat Pleton

Madiun

Brankas Milik Koperasi Dibuang di Sungai

Madiun

H + 3 Lebaran, Stasiun Madiun Dipadati Arus Balik

Madiun

SBY ke Madiun Minta Menangkan Pasangan Khofifah-Emil

Madiun

Pemalsu SIM asal Ponorogo ditangkap di Geger

Madiun

Pemberdayaan PKL Di Sekitar Obyek Pariwisata

Madiun

30 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka Satu Diantaranya Masih Dibawah Umur

Madiun

Pengembangan Hasil Penggrebekan Miras, Satu Orang Ditetapkan Tersangka