Magetan /  -

Sopir Dump Truk Bergolak, Tuntut Bisa Beroperasi Lagi

September 11th, 2017 | Posted in Magetan | |
2017-09-20 16:36
MAGETAN, (beritajurnal.com) – Dipicu operasi larangan mengeruk tanah uruk, membuat ratusan sopir dump truk di Magetan turun ke jalan. Mereka menggelar unjuk rasa di Gedung DPRD Kabupaten Magetan. Para sopir menuntut keadilan agar bisa beroperasi kembali menarik tanah uruk, pasca aksi penghadangan warga 3 desa di Magetan beberapa hari lalu.

Pamicunya, saat itu ratusan truk pabrik plastik PT Samiplas Nglames Madiun dihadang warga. Warga melarang truk yang mengangkut tanah uruk untuk pembangunan pabrik plastik melewati jalan desa mereka. Dengan mengendarai 100 truk, para sopir berorasi di depan pintu masuk gedung kantor dewan. Dengan membentangkan poster dan spanduk bertuliskan: “Opo omah mu mbok gawe soko tepung”, “Aku yo bayar pajak”, “sopir dump truk cinta damai”.

“Pak Joko (Ketua DPRD Joko Suyono) ayo buka jalur truk kami. Kami butuh makan buat anak istri,” teriak salah satu sopir dalam orasinya. Salah satu sopir yang demo, Imam (34) warga RT 1 RW 2 Desa/Kecamatan Karas mengatakan semua rekan-rekannya sudah 4 hari tidak beroperasi dan tidak mendapat nafkah. Sementara kebutuhan sehari-hari terus berjalan dan meningkat.

“Anak istri kami mau dikasih makan apa kalau semua jalan tidak boleh dilalui. Jadi kami minta keadilan ke DPRD dan Pemkab Magetan,” jelas Imam. Hingga pukul 11.00 WIB, 10 perwakilan sopir truk masih di pertemukan dengan Ketua DPRD Joko Suyono dan Dinas Perhubungan.

Setidaknya, ratusan armada truk yang dibawa para sopir diparkir di dalam stadion samping gedung DPRD. Mereka berjalan sekitar 200 meter sambil bersorak-sorak. Aksi para sopir truk ini mendapat pengamanan ratusan personel Polres Magetan dan Satpol PP.

Para sopir truk biasanya dalam sehari 4 kali mengambil tanah uruk galian C milik PT Alam Megah Desa/Kecamatan Karas Magetan. Tanah uruk tersebut dibawa ke pabrik plastik PT Samiplas Nglames Madiun. Namun para sopir truk mendapat penolakan warga 3 desa yakni Desa Tanjungsepreh, Winong dan Kembangan kareba dinilai sopir truk ugal-ugalan dan mengganggu ketenagan warga serta menimbulkan debu. (*/tik/yan)
Suka Artikel ini, Bagikan!
  • Twitter
  • Facebook

Komentar

©2015 Kompoz is version 4.0 Powered by Wordpress beautified by Dewaz. All Rights Reserved.