Madiun /  -

Ungkap Dugaan Pembunuhan Polres Madiun Bekerjasama Dengan Polres Ngawi

Desember 25th, 2017 | Posted in Madiun | |
2018-05-27 15:21

Madiun,(beritajurnal.com) – Polisi terus bekerja keras mengungkap mesteri tewasnya wanita yang ditemukan mengenaskan dengan tangan, kaki dan mulut terikat lakban di saluran air Dusun Blawong, Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, pada hari Jum’at (22/12/2017).

Kapolres Madiun, AKBP I Made Agus Prasatya

“Saat ini sudah teridentifikasi dan diketahui sebagai warga Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur,” Kata Kapolres Madiun, AKBP I Made Agus Prasatya, saat dikonfirmasi melalui  short message service (SMS), Minggu (24/12/2017).

AKBP I Made Agus Prasatya, juga mengatakan, Polres Madiun membentuk tim dan bekerjasama dengan Polres Ngawi, untuk mengungkap dan mengetahui motif dugaan pembunuhan dilakukan terhadap wanita yang ditemukan dalam keadaan muka penuh luka diduga akibat tumbukan benda tajam sehingga sulit dikenali.

Sesosok mayat wanita ditemukan dalam keadaan terikat lakban mulut tangan dan kaki

“Tim gabungan Polres Madiun dan Polres Ngawi sedang laksanakan upaya ungkap dan motif terhadap wanita yang diduga menjadi korban pembunuhan tersebut,” Ungkap Kapolres Madiun.

Diberitakan, dengan bekerja sama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Madiun, dalam satu kali dua puluh empat jam, polisi berhasil mengungkap identitas wanita yang ditemukan tewas mengenaskan disaluran air dusun Blawong, Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun.

Dengan menggunakan alat mobile automatic multi biometric identification system (Mambis) diketahui korban bernama Sulasi, umur (53) beralamat di Desa Jambe, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Polisi juga melakukan olah TKP kedua di lokasi ditemukannya korban dan mendatangi tempat tinggal korban sesuai data sementara.

“Anggota kita juga sempat mengajak keluarga korban ke rumah sakit untuk memastikan identitas korban. Dan dari jenis pakaian warna kulit juga rambut pihak keluarga mengakui jika jenazah itu adalah Sulasi keluarga mereka. Untuk proses pengembangan polisi bakal memeriksa orang orang terdekat korban dan melakukan otopsi pada tubuh korban,” Pungkas AKBP I Made Agus Prasatya.(lem)

Suka Artikel ini, Bagikan!
  • Twitter
  • Facebook

Komentar

©2015 Kompoz is version 4.0 Powered by Wordpress beautified by Dewaz. All Rights Reserved.