Home / Madiun

Sabtu, 18 Juni 2022 - 09:25 WIB

Cegah Wabah PMK Desa Tambakmas Lakukan Penyuluhan dan Bentuk Gugus Tugas

Reporter : Salem 

Madiun, – Kepala Desa Tambakmas, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur mengambil langkah cepat pengendalian isu maraknya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak yang menimbulkan kepanikan dan keresahan di masyarakat dengan membentuk Gugus Tugas penanganan PMK dan memberikan penyuluhan kepada masyarakat dan peternak.

“Kita ambil langkah cepat kebijakan ini karena isu wabah PMK ini sudah mulai membuat masyarakat resah dan panik terutama dikalangan para peternak,” Kata Sugeng Wibowo, Kepala Desa Tambakmas, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, Kamis (16/6/2022).

Menurutnya, Gugus Tugas PMK dibentuk untuk memberikan pelayanan dan informasi perkembangan terkini tentang isu wabah PMK kepada masyarakat. Tugas lainya melakukan penanganan awal jika ditemukan hewan ternak yang terpapar serta melakukan pemantauan masuk keluar hewan ternak di Desa Tambakmas.

“Karena Desa Tambakmas berbatasan langsung dengan dua wilayah Kabupaten lain. Selain posko ditingkat Kecamatan yang standby setiap hari ada petugas piket, dokter hewan, mantri yang setiap saat melayani masyarakat,” tutur Sugeng Wibowo kepada media beritajurnal.com.

Penyuluhan kepada masyarakat tentang wabah PMK juga dilakukan Pemdes Tambakmas dengan mengundang petugas dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun, Drh Saiful Ratmus sebagai narasumber di Pendopo Kantor Desa Tambakmas, Kamis (16/6/2022).

Kepala desa Tambakmas terus mensosialisasikan pencegahan PMK ke peternak

Saiful Ratmus, menyapaikan ciri ciri hewan terpapar PMK yaitu, dari mulut hewan mengeluarkan liur yang berlebihan, demam tinggi, hidung berair, susah berdiri, berjalan digluk (pincang) merupakan tanda tanda hewan terjangkit PMK yang bisa dilihat secara kasat mata. “Untuk mengetahui secara pasti hewan positif PMK harus dilakukan tes laboratorium karena tidak semua gejala tersebut PMK,” Ungkap Ratmus.

Dia menjelaskan jika ditemukan tanda tanda pada hewan seperti tersebut masyarakat dapat melakukan tindakan awal dengan melaporkan kepada petugas atau ke perangkat desa, bioscurity, sanitasi kandang, penyeprotan desinfektan disekitar kandang dan mengurangi lalu lintas ternak dengan memisahkan hewan yang terjangkit dengan ternak lainya agar tidak tertular.

Petugas dari Dinas Ketahanan Pangan Dan Peternakan ini menegaskan, pada dasarnya penyakit PMK dapat menular kepada hewan lain seperti, sapi, kerbau, kambing dan hewan berkuku genap lainya. “Dan tidak dapat menular kepada manusia. Untuk dikonsumsipun aman dengan syarat dagingnya dimasak terlebih dahulu,” pungkasnya.(lem/adv)

Pelayanan call center Tambakmas Handarbeni : 0856 5658 3786

Share :

Baca Juga

Madiun

HPN Ke – 37, Peran Media Menjadi Agen Perubahan Pembangunan Kota Madiun

Madiun

Ban Pecah, Hantam Truk, Kepala Puskesmas Jiwan Tewas Terjepit

Madiun

KASBI – SBM Kecam Aktivis Peringati May Day Dengan Event Musik Dan Jalan Santai

Madiun

Saksi Mengatakan Ada Pesta Miras Sebelum Melakukan Penusukan

Madiun

Kirab Jengkar Kedaton Bupati Madiun

Madiun

Forum Diskusi Jurnalis : Viral VS Fakta, Bijak Bermedsos Jarimu Harimaumu

Madiun

Dampak Penerapan E- Parkir Pasar Tradisional Sleko, Nasib Mantan Jukir Terkatung-Katung

Madiun

Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi, Koperasi Wahana Tirta Asri Mati Suri