Home / Madiun

Selasa, 31 Oktober 2017 - 15:32 WIB

Dua Tahun Gagal Panen, Petani Tembakau Ajukan Bantuan Ke Dinas Perkebunan Provinsi

Madiun (beritajurnal.com) – Untuk memenuhi kebutuhan petani tembakau di kabupaten Madiun, dalam meningkatkan produksi pertanian khususnya tanaman tembakau, perwakilan dari beberapa gabungan kelompok tani (Gapoktan) di Madiun mengajukan bantuan alat pertanian ke Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Timur.

Petani tembakau butuh perhatian dari pemerintah pasca gagal panen tahun 2015 – 2016

Menurut keterangan dari Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan, melalui Kasi Perkebunan Dinas Pertanian Dan Perikanan Kabupaten Madiun, Siti Romlah, mengatakan, permohonan bantuan alat pertanian tersebut untuk meningkatkan kebutuhan petani tembakau setelah mengalami gagal panen selama dua tahun berturut-turut.

“Dinas hanya memfasilitasi petugas dari Dinas Perkebunan Provinsi yang melakukan verifikasi permohonan bantuan oleh kelompok petani tembakau yang ada di kabupaten Madiun,” kata Siti Romlah, Selasa (31/10/2017).

Lebih lanjut, Siti Romlah, menerangkan, sedikitnya ada 6 perwakilan dari beberapa kecamatan yang membuat proposal pengajuan permohonan bantuan yang diajukan ke Dinas Perkebunan Provinsi yang hari ini diverifikasi untuk tahun anggaran tahun 2018. “Ada 6 kelompok tani tembakau dari kecamatan Balerejo, Pilangkenceng dan Saradan,” terangnya.

Sementara Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Dan Perkebunan Kabupaten Madiun, Muhammad Yasin, menambahkan, bantuan yang diharapkan petani tembakau di kabupaten Madiun, berupa alat pertanian seperti Hand Traktor, Terpal dan Pupuk, untuk meningkatkan kebutuhan petani. “Karena kabupaten Madiun, merupakan salah satu pemasok utama areal perkebunan tembakau di Jawa Timur,” Ungkap Muhammad Yasin.

Muhammad Yasin, Kebid Perkebunan Dinas Pertanian Dan Perikanan Kabupaten Madiun

Di kabupaten Madiun, memiliki luas 400 Ha, lahan pertanian tembakau yang mayoritas ditanam tembakau jenis Brancak ’95 atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tembakau Madura, yang mempunyai kecocokan iklim yang ada di wilayah Madiun. “Sedang menurut laporan, kegagalan tembakau pada tahun 2015 dan 2016, disebabkan karena anomali cuaca yang tidak bisa diprediksi,”lanjutnya.

Melalui Dinas Pertanian Dan Perikanan, pemerintah kabupaten Madiun, sangat mengapresiasi permohonan kelompok tani tembakau dan sangat berharap dapat direalisasikan untuk tahun anggaran 2018. “Karena hal tersebut sangat membantu kelancaran usaha tani tembakau dan bisa membantu peningkatan kesejahteraan dan perekonomian di kabupaten Madiun,”pungkas Muhammad Yasin.(Lem/adv)

Share :

Baca Juga

Madiun

Peluang Bisnis dengan Pelatihan Batik Madiun

Madiun

Pelantikan Rusdiyanto Dihadiri Seluruh Sekda Se Eks Karesidenan Madiun

Madiun

Cegah Banjir Di Kebondalem Desa Glonggong Bangun Drainase

Madiun

Deklarasi Damai 11 Perguruan Silat se Kota Madiun

Madiun

DPRD Kabupaten Madiun Gelar Rapat Paripurna Mendengar Jawaban Bupati Madiun Atas PU Fraksi Fraksi DPRD

Madiun

Program CSR PT PLN (Persero) Serahkan Bantuan Alat Pertanian Ke LMDH “Ngudi Waluyo” Wungu

Madiun

Kegiatan Anti Property Program Pemprov Jatim Dan Budi Daya Ikan Lele di Kabupaten Madiun

Madiun

Mudik, DAOP VII Madiun Terjunkan Ribuan Petugas