Home / Madiun

Minggu, 5 Desember 2021 - 08:42 WIB

Penilaian Kesehatan Koperasi Menjaga Marwah dan Stabilitas KSP/USP

Reporter : Salem

Madiun, beritajurnal.com – Sebagai lembaga yang profesional, pengelolaan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan Unit Simpan Pinjam (USP) harus memiliki visi misi profesional dan memenuhi Standar Oprasional Prosedur (SOP) dan Standar Oprasional Manajemen (SOM) dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas untuk memjaga citra pelayanan kepada anggota dan masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Dan Usaha Mikro, Indra Setyawan, saat membuka acara Kegiatan Penilaian Kesehatan Koperasi Simpan Pinjam dan Unit Simpan Pinjam Koperasi Yang Wilayah Keanggotaanya Dalam 1(Satu) Daerah Kabupaten/Kota yang dilaksanakan selama Tiga hari (7 – 9) Oktober 2021 di Balai Diklat Kepegawaian Daerah Kabupaten Madiun.

“Karena pada era globalisasi saat ini persaingan dibidang perbankan sangat ketat ditambah dengan sistem online dengan berbagai aplikasi yang sangat mudah diakses oleh masyarakat. Untuk itu KSP maupun USP harus sehat, kuat dan tangguh,” Ungkap Indra Setyawan.

Kepala Dinas Perdagkop dan UM Kabupaten Madiun dan UM, mengatakan, regulasi penilaian kesehatan dapat dijadikan pedoman bagi KSP/USP dan mendeteksi kelemahan dan kekurangan pengelolaan Koperasi sehingga dapat sedini mungkin diatasi. “Untuk itu pengelola Koperasi wajib memahami perkembangan regulasi dan peraturan yang sudah ditetapkan Pemerintah,” Kata Kepala Dinas Perdagkop dan UM Kabupaten Madiun.

Kegiatan Penilaian Kesehatan KSP/USP yang diikuti oleh 90 peserta yang terdiri dari pengurus dan pengawas Koperasi baik dari unsur KOPWAN, KUD, KPRI dan perwakilan KSP/USP. Sedangkan aspek penilaian kesehatan meliputi aspek permodalan, aspek kualitas, aspek produktifitas, manajemen, efisiensi, likuiditas, kemandirian, pertumbuhan dan jatidiri Koprasi. Penilaian dilakukan minimal satu tahun sekali dan menjadi acuan pemerintah untuk melakukan pembinaan dan stabilitas koperasi.

Sementara Kasi Kelembagaan dan Pengawasan Koperasi Dinas Perdagkop dan UM Kabupaten Madiun, Arif Purwo Wiseno, menambahkan, tujuan penilaian kesehatan Koperasi untuk bisa mengklasifikasi menjadi 4 yakni, Koperasi sehat, Koperasi cukup sehat, Koperasi dalam pengawasan dan Koperasi dalam pengawasan khusus.

“Dan tujuan dari kegiatan ini untuk memberi pemahaman kepada lembaga Koperasi tentang penilaian kesehatan Koperasi, memberikan pedoman dalam pelaksanaan penilaian Koperasi dan mengukur tingkat kesehatan Koperasi Simpan Pinjam dan Unit Simpan Pinjam,” terang Arif Purwo Wiseno.

Rutinitas penilaian kesehatan terhadap Koperasi ini adalah untuk mengukur kinerja KSP/USP dan pembinaan Koperasi agar mampu memberikan kontrol bagi pendapatan asli daerah (PAD) dan anggota serta kepercayaan masyarakat umum. Dengan adanya penilaian kesehatan koperasi tetap berjalan sesuai marwahnya dan menjadi koperasi mandiri dan berkualitas mampu bersaing dengan lembaga non koperasi lainya.(lem/adv)

Share :

Baca Juga

Madiun

Polisi Gadungan Kuras Uang Korban Hampir Seratus Juta

Madiun

Hindari Pengendara, Bus Sumber Selamat Terguling, 7 Penumpang Luka

Madiun

Video Mesum Diduga Pelajar di Madiun Tersebar di WA

Madiun

Bangun Pasar Tradisional Sebagai Pusat Jual Beli Di Desa Kaibon

Madiun

Dongkrak Bisnis UMKM, KWT Ikuti Pelatiahan Pengolahan Kakao

Madiun

Pelaku IKM Dituntut Lebih Kreatif Untuk Bersaing Dengan Produk Internasional

Madiun

Tak Mau Bayar Pajak Tambang Galian C Di Tutup Paksa

Madiun

Amankan Nataru Daop 7 Terjunkan 2 K9 dan 384 Personil Gabungan