Home / Madiun

Selasa, 29 November 2022 - 19:48 WIB

Sosialisasi Kegiatan Fasilitasi Pengelolaan Sarana Distribusi Perdagangan Tahun 2022

Reporter : Salem

Madiun, beritajurnal.com, – Salah satu sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Madiun adalah pasar umum. Dimana retribusi pelayanan pasar sebagai sumber kontribusi yang cukup besar terhadap PAD. Sehingga setiap tahun mengalami kenaikan dan surplus hingga melebihi target retribusi yang ditetapkan Pemda Kabupaten Madiun.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Perdagangan Koperasi dan UM (Perdagkop dan UM) Kabupaten Madiun, Agus Suyudi, saat gelar Sosialisasi Kegiatan Fasilitasi Pengelolaan Sarana Distribusi Perdagangan Tahun 2022 di RM Omah Ijo, Bajulan, Caruban, Selasa (29/11/2022) bersama 20 petugas pemungut retribusi pasar.

“PAD sangat penting mendukung program pemerintah dan kelangsungan pembangunan termasuk pengelolaan pasar di seluruh Kabupaten Madiun,” kata Agus Suyudi, saat memberi sambutan pada acara yang dihadiri para Kepala Pasar dan puluhan petugas pemungut retribusi pasar.

Agus Suyudi, mengungkapkan, capaian target retribusi pasar sangat tergantung pada pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) dan penggalian potensi pasar seperti, retribusi pedagang tetap, pedagang kaki lima, warung, pengelolaan penitipan kendaraan dan MCK atau apapun yang bergerak di dalam lingkup pasar.

“Peningkatan kapasitas SDM petugas pungut retribusi, tertib administrasi pengelolaan pelayanan pasar dan penggalian potensi PAD sebagai sumber capaian target PAD,” ungkapnya.

Agus Suyudi, mengaku meski mampu memenuhi 100 persen target PAD setiap tahun dan peningkatan perolehan retribusi, masih terjadi kebocoran dan hambatan hambatan dilapangan yang dikarenakan potensi pedagang dan minimnya petugas pungut retribusi di 20 pasar se Kabupaten Madiun.

“Saya sangat mengapresiasi kepada semua kepala pasar dan seluruh petugas pasar. Dimana pada kondisi yang serba terbatas dan kurangnya SDM masih mampu memenuhi target PAD hingga 100 persen,” tutur Agus Suyudi.

Sementara nara sumber dari Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Madiun, Hadi Sutikno, menyampaikan, Kabupaten Madiun memasuki era digital lambat laun masyarakat akan beradaptasi dengan sistem elektronikfikasi termasuk pola pengelolaan PAD melalui by data.

“Kami memdorong elektronikfikasi transaksi untuk pengelolaan PAD pasar menggunakan aplikasi digital supaya lebih transparan dan akuntabel untuk meminimalisir kebocoran PAD dibanding dengan cara manual,” ujarnya.

Hadi Sutikno yang juga Kepala Bapenda Kabupaten Madiun, mengklaim pihaknya sudah melakukan kajian terkait penerapan sistem elektronikfikasi transaksi pada beberapa bidang guna mendukung perbaikan pengelolaan keuangan pemerintah daerah.

“Dengan sistem elektronikfikasi transaksi akan menjawab permasalahan permasalahan termasuk penghematan tenaga dan ketepan waktu penghitungan lebih cepat dan tepat waktu,” terang Kepala Bapenda Kabupaten Madiun.

Namun begitu sistem elektronikfikasi transaksi tidak serta merta dapat diterapkan secara serentak diseluruh bidang dan akan dikerjakan secara bertahap dan berproses menyesuaikan kesiapan SDM di masing masing bidang.

Hadi Sutikno, berharap dengan pola elektronikfikasi transaksi kelompok masyarakat bisa ikut berperan didalamnya melakukan pengawasan dan keamanan. “Karena meski begitu tenaga manual masih dibutuhkan dan berperan disana untuk pembenahan dan pengelolaan sistem,” pungkasnya.(lem/adv)

Share :

Baca Juga

Madiun

Komplotan Maling Komputer Antar Kota Diringkus

Madiun

UMKM Bertahan Ditengah Pandemi Covid – 19

Madiun

AIPDA Atok Tewas Saat Kejar Mobil Avanza

Madiun

Misi Sosial Korem 081/DCJ Madiun Tanggulangi Bencana Kekeringan

Madiun

Kapolres Madiun : Madiun Sebagai Perlintasan Miras

Madiun

Disparpora Bangun Pedestarian Dan Optimalisasi Jalan Wisata Nongko Ijo

Madiun

Mau Tahu Tarif Prostitusi Online di Madiun ?

Madiun

Kado Istimewa Polres Madiun Peringatan Hari Bhayangkara Ke 72